[Opini] Mau Miskin

[Opini] Mau Miskin

Semangat miskin! Apakah makna hal ini bagi Anda? Mungkin Anda bertanya-tanya dan merasa bingung. Bagaimana mungkin orang mau bersemangat untuk miskin? Adakah orang yang secara sukarela lebih memilih miskin daripada kaya? Rasanya sulit membayangkan itu. Andaikata ada, sepertinya hanya segelintir orang saja yang mau hidup dengan cara demikian. Bukankah pada umumnya semua orang bersemangat untuk kaya?!

Sejak awal kehidupan, kita sudah dikelilingi oleh lingkungan yang bersemangat untuk melakukan dan menjadi yang “terbaik”. Bukankah ibu senantiasa berusaha memberikan yang terbaik bagi anaknya sejak anak berada di dalam kandungannya? Saat mulai bersekolah, bukankah guru senantiasa memuji keberhasilan dan menunjukkan cara untuk memperbaiki kesalahan? Ketika mulai bekerja, orientasi kaya bahkan semakin mutlak. Setiap tempat kerja menghargai pencapaian, perbaikan, efisiensi, inovasi, dan lain sebagainya, yang sifatnya memberikan nilai tambah. Sebaliknya, setiap perusahaan merasa tidak suka dengan kondisi stagnan ataupun penurunan hasil kerja. Maka wajarlah bilamana kita semua bersemangat kaya dan enggan miskin, karena kita hidup dengan nilai tersebut secara terus menerus.

Bagaimana dampak semangat itu bagi kita? Di satu sisi, kita memiliki sumber daya energi yang tidak pernah habis untuk terus hidup dan berkembang, sehingga aktivitas hidup kita senantiasa berbuah. Kita dapat dipastikan menikmati manfaat dari aktivitas hidup yang kita lakukan. Di sisi lain, kita menjadi kaku dan tidak toleran menerima kondisi yang bebeda dengan nilai harapan. Kita mudah frustrasi dan merasa tertekan saat berada dalam kondisi stagnan dan penurunan yang berkepanjangan.

Di samping dampak langsung tersebut di atas, dampak turunan juga terjadi. Orientasi untuk terus berkembang tidak hanya mempengaruhi peningkatan standar pada berbagai aspek kehidupan, melainkan juga pada peningkatan intensitas dari orientasi atau semangat berkembang itu sendiri. Ibarat tenaga air, yang semakin mendekati muara akan berkumpul semakin banyak dan mempunyai daya dorong yang semakin besar, sehingga sulit dibendung dan membutuhkan lautan untuk muara mengalirkannya; Demikian juga semangat kaya akan terus meningkat, sehingga semakin lama semakin sulit dikendalikan, dan membutuhkan sikap rendah hati sebagai ruang batin lapang tanpa sekat agar semangat kaya tidak berakibat menyesakkan. Menyesakkan di sini dimaksudkan bahwa semangat kaya berkembang menjadi nafsu yang terus memburu dan mendikte langkah hidup. Sebaliknya, akan menjadi melegakan apabila seseorang dapat menghayati hidup yang ada di depan mata sungguh indah sebagaimana adanya.

Di sisi lain, orientasi ideal tidak hanya membuat kita mudah frustrasi saat menghadapi keadaan tidak sempurna, melainkan juga berisiko membangun setidaknya dua kepribadian di dalam diri seseorang. Bagaimana bisa?!

Kondisi frustrasi membuat orang menjadi agresif, atau sebaliknya apatis. Reaksi agresif adalah perilaku marah menyerang orang lain yang dianggap sumber penghalang, agar tidak ada lagi rintangan dalam mencapai tujuan. Misalnya murid yang diejek bodoh oleh teman-temannya akan memukul pengejek sehingga tidak berani lagi mengatainya bodoh.

Reaksi apatis adalah perilaku menghindar dari orang lain yang dianggap sebagai sumber penghalang. Misalnya, orang tua yang malu karena anaknya tidak naik kelas lalu memindahkan anaknya ke sekolah lain yang lebih longgar agar anaknya dapat dinilai lebih pintar.

Reaksi agresif dan apatis ini sering kali berfungsi sebagai emergency exit, yaitu pintu keluar darurat dari tekanan situasi. Namun sering kali setelah keluar melalui emergency exit, orang kembali menghadapi situasi yang sama. Pun bilamana ia pindah ke tempat lain, untuk mencari situasi baru, itu hanya bersifat sementara waktu, karena pola kejadian serupa biasanya akan terulang kembali. Bilamana ini terus terjadi, lambat laun batin seseorang akan terbelah menjadi dua. Orang lalu memakai topeng ideal untuk bertahan dalam interaksi dengan dunia luar, dan membangun karakter kebalikan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan pribadinya. Tanpa sadar, orang membangun dunia palsu, dunia sakit, atau dunia zombie dalam kehidupannya.

mau-miskin1
How realistic is The Walking Dead   (Sumber: qz.com)                   

Oleh karena itu, semangat kaya perlu diimbangi dengan semangat miskin, agar manfaat konstruktif dapat berkesinambungan kita alami dan dampak destruktif dapat kita cegah. Apa yang dimaksud dengan semangat miskin? Yuk, kita simak sejenak ilustrasi berikut di bawah ini.

Saat orang merasa frustrasi dan tertekan akibat kenyataan tidak sama dengan harapan, ia perlu sadar bahwa dirinya berada di titik persimpangan. Yang satu menunjukkan arah agresif, yang satu lagi menunjukkan arah apatis. Tanda orang berada dalam kondisi sadar adalah bahwa ia mengerti kedua petunjuk arah tersebut hanya ada di pikirannya. Persimpangan yang ia hadapi sebenarnya adalah yang satu menunjukkan arah reaktif (agresif maupun apatis), dan yang lain adalah proaktif (fokus pada tujuan dan mengambil tanggung jawab penuh untuk mewujudkannya).

Arah petunjuk reaktif menuju ke jalanan yang lapang dan mudah, sehingga mendorong orang untuk condong melangkah ke sana. Sementara arah petunjuk proaktif menuju ke jalanan yang sempit dan sukar, sehingga orang condong enggan dan berbalik langkah menjauhinya. Petunjuk arah manakah yang akan diikuti oleh orang dengan semangat kaya? Dan jalan manakah yang dipilih oleh orang yang bersemangat miskin?

mau-miskin2
The Easy Way or The Hard Way  (Sumber: brothersofthebook.com)

Petunjuk reaktif lebih cenderung diikuti daripada petunjuk arah proaktif, karena manusia pada dasarnya cenderung memilih rasa nyaman daripada tidak nyaman. Namun bagi orang bersemangat kaya, yang biasanya tidak suka dengan kemiskinan, keterbatasan, dan kondisi tidak nyaman lainnya,  jalanan yang lapang dan mudah menjadi daya tarik yang lebih mutlak. Sementara bagi orang bersemangat miskin, yang biasanya tidak menginginkan banyak dan merasa sudah cukup dengan apa yang ada padanya saja, termasuk sudah cukup dengan tujuan utama hidupnya saja, petunjuk arah proaktif menjadi satu-satunya pilihan masuk akal untuk ia lakoni.

Bagaimana tanggapan Anda terhadap ilustrasi tersebut di atas? Saat kita menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan, atau saat kita menginginkan hal-hal yang tidak ada di depan mata, bukankah situasi tersebut merupakan buah dari hasrat kita sendiri yang inginnya lebih daripada yang sudah terberi sekarang ini? Bila situasi itu merupakan akibat, dan hasrat pribadi yang maunya lebih ini merupakan penyebab, maka kita dapat mengubah situasi (akibat) dengan cara mengolah hasrat pribadi (penyebab). Kesediaan menjadi penanggung jawab atas interpretasi situasi yang ada di depan mata merupakan tanda bahwa mental kita sedang proaktif. Sementara perasaan menjadi korban dari situasi merupakan tanda bahwa mental kita sedang reaktif.

Sadar akan kondisi mental kita, disertai dengan semangat miskin, akan mendorong kita untuk siap sedia menghadapi situasi penuh rintangan dan keterbatasan, tekun bertahan, dan terus melangkah secara pasti menuju tujuan utama hidup kita. Ketekunan mewujudkan tujuan utama akan mengembangkan hidup kita. Meski menghadapi situasi hidup yang berganti-ganti, hidup kita akan terus tumbuh berkembang, seperti pohon kayu yang berakar kuat dan terus tumbuh besar melalui pergantian musim sepanjang waktu hidupnya.

Nah, sekarang, bagaimana caranya membangun semangat miskin? Bukankah semangat kaya sudah terbentuk lebih dulu, dan rasanya lebih dominan mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku kita? Betul! Kondisi yang ada inilah yang pertama-tama perlu kita sadari.

Langkah kedua adalah seperti langkah bayi, yang langsung melangkah begitu saja. Demikian juga kita, setelah sadar akan kondisi timpang yang ada, kita langsung melakukan langkah kedua, seperti bayi melangkah, yaitu lakukan saja semangat miskin, dengan cara menerima, menginginkan kondisi yang ada seperti: keterbatasan, ketidaksempurnaan, ketimpangan, atau apapun label yang disematkan oleh pikiran terhadap kondisi yang ada. Tanda bahwa kita sudah melakukan semangat miskin adalah bahwa batin kita secara bulat menerima situasi dan kondisi di depan mata secara apa adanya.

Kita akan bersemangat melakukan langkah demi langkah hidup berikutnya mendekati tujuan utama, sampai kembali menghadapi hal yang kita anggap sebagai rintangan. Seperti tadi, pikiran, perasaan, dan kecenderungan yang pertama-tama muncul dan dominan mendesak kita adalah berasal dari semangat kaya. Sadari saja. Lalu lakukan langkah bayi lagi, dengan menginginkan keterbatasan atau kemiskinan yang ada di depan mata. Maka rintangan tidak lagi menjadi beban yang tidak kita inginkan, melainkan menjadi batasan objektif yang kita hadapi dan kita lalui pelan-pelan menuju tujuan utama hidup kita.

 

mau-miskin3
Building Shapes  (Sumber: youcubed.org)

Demikian seterusnya, hal ini akan menjadi pola hidup kita yang baru: terbatas-sadar-semangat miskin-menerima-melangkah, terbatas-sadar-semangat miskin-menerima-melangkah, terbatas-sadar-semangat miskin-menerima-melangkah, …

***

(Sumber: refleksi pengalaman penulis dan rangkuman bacaan).

 

Levianti

Levianti

Levianti, M.Si, Psi, adalah psikolog, yang bekerja sebagai ibu rumah tangga, merintis usaha Kopi Bale bersama suami sejak tahun 2016, penulis lepas, associate trainer, dan dosen homebase Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul. Minat utamanya adalah pada pelatihan character building, serta latihan melepaskan diri dari hawa nafsu dan kelekatan tidak teratur. Diskusi artikel dengan penulis dapat dilakukan melalui email alevianti@gmail.com.

Related Posts

[Opini] Pola Pendekatan Penyembuhan Komunitas

[Opini] Pola Pendekatan Penyembuhan Komunitas

[Opini] Self-Healing: Behind the Scenes

[Opini] Self-Healing: Behind the Scenes

[Opini] Mari Bercocok Tanam Ramah Lingkungan

[Opini] Mari Bercocok Tanam Ramah Lingkungan

[Opini] Bisakah Kita Bebas dari Perilaku Diskriminatif?

[Opini] Bisakah Kita Bebas dari Perilaku Diskriminatif?

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

edisi

Terbaru

Rubrik

Recent Comments

STATISTIK

Online User: 0
Today’s Visitors: 6
Total Visitors: 2797

Visitors are unique visitors