[Tips] Modern Pranic Healing: Ketika Komunitas Menyembuhkan Komunitas

[Tips] Modern Pranic Healing: Ketika Komunitas Menyembuhkan Komunitas

Saya mengenal komunitas ini sejak November 2018.  Dari mereka, saya belajar tentang subtle energy. Energi halus tak kasat mata yang mengalir di aura manusia hingga seluruh bumi. Ada yang positif-negatif, bersih-kotor, putih-hitam. Seperti energi pada umumnya, energi ini juga bisa diukur, bisa berpindah tempat dan bisa diubah bentuknya. Energi ini disebut prana, chi, atau qi, yang berarti energi kehidupan.

 

Dari mereka, saya juga belajar menggunakan teknologi bernama pranic healing untuk membantu memperbaiki kualitas energi halus ini.  Proses menyeimbangkan, menyelaraskan dan mengubah aliran energi di tubuh selama proses penyembuhan, akan mempengaruhi kondisi kesehatan, relasi, finansial dan spiritualitas seseorang, sekelompok orang, bahkan seluruh bumi.

 

Komunitas ini bernama World Pranic Healing. Didirikan oleh Grand Master Choa Kok Sui (GMCKS) di Filipina pada 23 Juli 1990, saat ini telah berkembang hingga ke 150 negara di dunia. Indonesia memiliki 2 yayasan yang menaungi kegiatan komunitas ini, yaitu Yayasan Prana Jawa Bali (YPJB) yang berpusat di Solo, Jawa Tengah, dan Yayasan GMCKS Prana Indonesia (YGPI) yang berpusat di Jakarta. Selain di kedua kota tersebut, terdapat juga pranic healing center, klinik dan pelatihan yang tersebar di Medan, Tangerang, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Ngawi, Surabaya, dll.

 

GMCKS adalah seorang sarjana teknik kimia dan pengusaha yang sukses. Selama 30 tahun beliau mengadakan riset serta mempelajari literatur dan buku-buku esoterik, mempelajari berbagai penyembuhan di dunia, melakukan percobaan-percobaan, memvalidasi dan menemukan mekanisme “bagaimana dan mengapa”. Dari sini beliau mengembangkan konsep, prinsip, teknik dan aplikasi praktis pranic healing untuk penyembuhan berbagai penyakit fisik, emosi, dan psikologis. Beliau juga mengembangkan suatu sistem penyembuhan energi yang sangat efektif sehingga orang biasa dapat belajar dalam waktu singkat.

 

Sebelum meninggal dunia pada tahun 2007, GMCKS telah menulis 25 buku yang sudah diterjemahkan ke dalam 30 bahasa. Lebih dari 100 tempat Pranic Healing di 90 negara juga sudah berdiri.

 

Pranic healing melengkapi pengobatan kedokteran. Dokter merawat tubuh fisik, pranic healing merawat tubuh energi (dikenal dengan istilah aura). Apabila keduanya dirawat bersama-sama, penyembuhan menjadi lebih cepat. RSUP Sanglah, Bali adalah rumah sakit pertama dan satu-satunya di Indonesia yang telah secara resmi memiliki poliklinik komplementer pranic healing sebagai salah satu layanan terapi penyembuhan pasien. Hal ini secara hukum mengacu ke Permenkes RI no. 37/2017 tentang pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi.

 

Memiliki kemampuan pranic healing memang serasa memiliki tangan ajaib. Kita bisa menyembuhkan diri sendiri, keluarga, dan orang lain tanpa obat-obatan dan tanpa sentuhan. Bukan hanya sakit fisik, tetapi juga trauma serta gangguan mental dan kejiwaan. Bukan hanya terkilir dan vertigo, tetapi juga covid-19. Luar biasanya lagi, penyembuhan bisa dilakukan dari jarak jauh. Dari Bogor-Jawa Barat, saya pernah menyembuhkan pasien terjauh di Amerika Serikat.

 

Untuk memperoleh kualitas kesehatan, relasi, finansial dan spiritualitas yang baik, manusia perlu memiliki tubuh energi yang besar, bersih dan kuat. Kualitas ini dapat terbentuk antara lain melalui pemurnian diri, meditasi, donasi, dan pelayanan pada sesama. Selama masa pandemi Covid-19, komunitas ini semakin meningkatkan upaya-upaya ini.

 

Satgas Pranic Healing untuk Covid-19 terbentuk sejak awal pandemi tahun lalu. Saya bergabung dalam Satgas di bawah naungan YPJB. Setiap hari para relawan bergantian memberikan terapi penyembuhan psikis dan fisik jarak jauh pada pasien covid-19 sampai mereka dinyatakan negatif. Semakin lama pasien semakin banyak. Yang awalnya setiap relawan hanya mendapat tugas terapi psikis saja atau fisik saja pada seorang pasien, lama-lama kami diminta menerapi psikis sekaligus fisik. Sampai akhirnya di gelombang kedua pandemi beberapa minggu terakhir ini, setiap relawan menangani lebih dari satu orang, bahkan terkadang bisa sampai tujuh pasien dalam sehari.

 

Memiliki kemampuan pranic healing membuat saya merasa berdaya tetapi sekaligus juga tidak berdaya. Berdaya karena mampu meringankan penderitaan orang lain. Tetapi kecepatan penyembuhan dan keterbatasan jumlah relawan yang tidak sebanding dengan pertambahan jumlah penderita, membuat saya merasa sangat tidak berdaya pada saat yang sama.

 

Pada gelombang kedua pandemi Covid-19  yang menghantam Indonesia, pelayanan penyembuhan mau tidak mau harus ditingkatkan. YPJB mengundang semua praktisi pranic healing di semua level untuk terlibat dalam bakti sosial (baksos). Bila untuk menjadi anggota Satgas, relawan harus minimal setingkat advanced, maka kali ini yang baru belajar tingkat dasar pun sudah diperbolehkan untuk bergabung dalam kegiatan baksos.

 

Baksos diadakan setiap hari pada pukul 16.00-17.00. Untuk meningkatkan efektivitas penyembuhan, pasien dan relawan diminta bergabung melalui zoom meeting pada jam tersebut. Selama satu jam pasien mengikuti meditasi twin heart, sementara relawan melakukan terapi penyembuhan pada mereka. Melakukan meditasi seperti ini memperbesar reseptivitas pasien sehingga energi yang terserap lebih besar dan penyembuhan lebih mungkin terjadi dengan cepat. Pasien lain yang tidak sanggup bergabung pada jam tersebut akan ditangani oleh Satgas di jam berbeda.

 

YPJB terus menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk menambah jumlah healer dan meningkatkan kemampuan mereka. Setiap hari YPJB mengadakan sesi sharing, nurturing dan meditasi twin heart secara online. Meditasi yang menggunakan doa St. Fransiskus Asisi ini adalah meditasi tingkat tinggi yang memiliki manfaat untuk penyembuhan fisik dan batin, serta memberikan kedamaian dan kebahagiaan. Ini penting untuk meningkatkan imunitas. Meditasi ini terbuka untuk umum tanpa biaya.

 

Secara berkala, YPJB melakukan meditasi gabungan dengan YGPI dan Institute for Inner Studies di Filipina dan seluruh dunia. Semakin banyak orang yang bergabung dalam suatu meditasi, semakin besar energi yang terakumulasi. Dalam momen perayaan ulang tahun World Pranic Healing ke-31 pada tanggal 23 Juli 2021, meditasi diikuti oleh kurang lebih 5.000 orang di seluruh dunia. Diamplifikasi oleh efek bulan purnama yang baru terbit, energi yang terakumulasi sangat luar biasa. Sangat signifikan untuk penyembuhan dunia.

 

Semakin sering seseorang melakukan meditasi dan pelayanan, akan semakin besar tubuh energinya, semakin sehat fisik dan psikisnya, semakin murni batinnya, sehingga semakin besar lagi pelayanan yang dapat diberikannya pada sesama manusia dan makhluk di bumi ini. Ketika manusia sudah mampu mencintai diri sendiri dan orang lain serta bumi tempatnya berada, pada saat itulah Sinar, Cinta dan Kuasa Ilahi akan turun menerangi manusia dan memampukannya menjadi saluran berkat yang lebih besar lagi bagi orang lain. Dengan demikian Rencana Ilahi dapat terwujud di bumi. Menjadikan Surga di Bumi. Atma Namaste!

 

1-5

2-5
Para instruktur pranic healing YPJB yang memandu sesi sharing & meditasi Twinhearts setiap hari secara daring, dengan tema beragam mulai dari berdamai dengan diri sendiri, masa remaja, harmoni dalam hidup, pengasuhan anak di masa pandemi, belajar dan tumbuh bersama kehidupan, pelestarian lingkungan, mengurangi stres dan kecemasan, sampai tema magical journey to build true happiness.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Maria Dian Nurani

Maria Dian Nurani

Maria Dian Nurani, biasa disapa Maya, sehari-hari bekerja sebagai konsultan, trainer dan dosen di bidang sustainability. Perhatian dan minatnya pada spiritualitas dan keseimbangan mind-body-soul membawanya pada praktik yoga sejak 1997. Akhir 2018 ia memperoleh sertifikasi yoga teacher RYT-200 dari Yoga Alliance. Pranic healing yang dikembangkan oleh Master Choa Kok Sui mulai ia pelajari dan praktikkan sejak akhir 2018.

Related Posts

[Tips] Memandu Diri Pulihkan Luka Batin

[Tips] Memandu Diri Pulihkan Luka Batin

[Tips] Self-healing di Tengah Pandemi : Sebuah Tips dari Teman

[Tips] Self-healing di Tengah Pandemi : Sebuah Tips dari Teman

[Tips] Kebunku Sekolahku

[Tips] Kebunku Sekolahku

[Tips] Berdamai dengan Alam

[Tips] Berdamai dengan Alam

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

edisi

Terbaru

Rubrik

Recent Comments

STATISTIK

Online User: 0
Today’s Visitors: 5
Total Visitors: 3279

Visitors are unique visitors