[Pikir] Proses Pembelajaran Dalam Kehidupan

[Pikir] Proses Pembelajaran Dalam Kehidupan

 

pikir1-5
Diskusi dengan para ahli. Sumber: Dokumentasi pribadi, 2024

Hidup adalah sebuah pembelajaran. Sepanjang kita masih hidup, maka kita akan menjalani pembelajaran tentang hal-hal baru dan berbeda setiap saat. Apa yang kita pelajari bergantung pada apa yang kita alami, kita perlukan, kita sadari maupun tidak kita sadari. Pembelajaran merupakan sebuah proses belajar yang akan mempengaruhi pola pikir, sikap, pengetahuan, pemahaman dan kemampuan seseorang. Proses pembelajaran dapat berlangsung secara alami maupun secara sistematis dengan menggunakan teknik dan strategi pengajaran tertentu yang biasa dilakukan oleh seorang pengajar, trainer, dan fasilitator. Supaya pembelajaran berlangsung dengan efektif maka perlu memahami tentang teori belajar, tahapan pembelajaran, media belajar, dan metode pembelajaran.

Proses belajar setiap individu berbeda-beda, dipengaruhi berbagai aspek antara lain kesiapan belajar, kemampuan belajar, kesadaran belajar, mental belajar, yang kesemuanya akan berdampak pada waktu yang diperlukan untuk belajar dan hasil belajar. Di dalam psikologi pendidikan dikenal beberapa teori mengenai belajar yang menjelaskan tentang proses belajar dan seluk beluknya, yaitu:

  1. Teori Humanistik

Teori ini dicetuskan oleh Abraham Maslow dan Carl Rogers. Belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Menurut Abraham Maslow, seseorang belajar untuk memahami dirinya dan lingkungannya, sehingga dapat mengaktualisasikan dirinya dengan baik. Teori ini lebih menitikberatkan pada proses belajar bukan hasil belajar. Setiap individu berproses untuk mengenal diri sendiri, menjadi diri sendiri dan memahami potensi yang dimilikinya. Prinsip yang dianut adalah manusia memiliki nalar alamiah untuk belajar, belajar akan bermakna dan bermanfaat jika sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, dan persepsi seseorang dapat diubah melalui belajar. Keunggulan dari teori ini adalah belajar dapat mengubah perilaku manusia menjadi lebih baik, menghargai perbedaan, kebebasan mengungkapkan ide, dan peningkatan semangat belajar.

  1. Teori Sosial

Albert Bandura adalah sosok yang terkenal dengan teori belajar sosial. Teori ini menjelaskan bahwa belajar dilakukan melalui interaksi sosial, mengamati dan meniru. Perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungannya. Lingkungan sosial sangat penting karena dapat membuat perilaku seseorang berubah atau diubah. Pendekatan pembelajaran yang efektif berdasarkan teori ini adalah pengamatan/observasi, meniru/ imitasi dan model. Menurut Bandura, dalam proses belajar terjadi determinisme timbal balik, yaitu tindakan manusia adalah hasil dari lingkungan, perilaku dan kepribadian. Melalui kegiatan mengamati sebuah model, manusia bisa meniru, mencoba, dan menganalisanya, kemudian membuat keputusan untuk tindakan yang dilakukan. Dalam masa ini, seseorang bisa melakukan serangkaian uji coba pada dirinya sendiri, sampai menemukan perilaku yang sesuai untuk dirinya. Selain itu, Bandura juga menambahkan tentang self-efficacy atau keyakinan diri dan self-value atau nilai diri dalam pembelajaran. Keyakinan diri dan nilai diri seseorang yang positif  akan mengarahkan kepada perilaku positif dan kesuksesan. Sebaliknya, keyakinan dan nilai diri yang rendah dapat mendorong ke kondisi yang negatif, seperti motivasi rendah atau bahkan depresi. Melalui pembelajaran sosial seseorang mengamati orang lain yang mereka jadikan model untuk kembali meningkatkan motivasi, mengarahkan perhatian, mengikuti tindakannya, memiliki cara berpikir dan berperilaku yang baru.

  1. Teori Behavioristik

Tokoh teori ini adalah Thorndike. Teori belajar behavioristik menekankan pada hasil yang dapat diamati dan diukur, dengan menggunakan stimulus dan respon. Belajar dapat dilakukan dengan metode trial and error. Serangkaian uji coba tersebut akan menghasilkan perilaku tertentu. Thorndike menjelaskan 4 hukum dalam Pendidikan, yaitu:

a. Law of effect

Tindakan yang menyenangkan/puas cenderung akan diulang, dan tindakan yang tidak menyenangkan/ tidak puas cenderung ditinggalkan. Dalam pembelajaran dilakukan dengan metode reward dan punishment. Seseorang akan lebih termotivasi dan mengulang tindakan yang sama ketika mendapatkan reward.

b. Law of exercise

Stimulus dan respon akan efektif jika sering digunakan melalui latihan. Jika jarang Latihan maka stimulus dan respon menjadi tidak efektif. Praktek dalam pembelajaran yaitu dengan sering mengulang materi yang dipelajari salah satunya dengan ujian.

c. Law of readiness

Kesiapan seseorang untuk belajar adalah faktor utama yang mempengaruhi proses belajar dan hasil belajar. Seseorang yang siap untuk belajar, maka dia dapat memaksimalkan potensi dan kemampuan yang dimiliki sehingga hasilnya bagus dan merasa puas. Sedangkan orang yang tidak memiliki kesiapan untuk belajar akan menyebabkan kekecewaan atau ketidakpuasan, karena merasa terpaksa untuk belajar.

 

  1. Teori Kognitif

Piaget salah satu tokoh dalam teori belajar kognitif. Jean Piaget adalah psikolog yang mendasarkan tahapan-tahapan belajar seorang individu berdasarkan pertumbuhan dan perkemabangn kognitif. Berikut tahapannya:

  1. Tahap sensorimotor. Bayi usia 18-24 bulan memahami dunia melalui koordinasi sensorik seperti melihat dan mendengar, juga motorik seperti menyentuh.
  2. Tahap pra-operasional. Terjadi pada usia 2-7 tahun. Pada masa ini anak belum bisa menggunakan logika, anak berpikir pada tingkat simbolik.
  3. Tahap operasional konkret. Tahap ini terjadi di usia 7-11 tahun, pada masa ini pola berpikir anak sudah terorganisir dan rasional, namun masih sebatas pada material atau hal yang nyata secara fisik.
  4. Tahap operasional formal. Terjadi pada individu berusia 1 tahun ke atas. Pada masa ini sudah dapat berpikir secara abstrak. Dapat mempelajari berbagai hal dalam bentuk konkrit maupun dalam bentuk gagasan. Dapat menggunakan penalaran untuk membayangkan hasil tindakannya.

Proses belajar kognitif berdasarkan tingkat kecerdasan seseorang. Berbagai macam tes dapat dilakukan untuk mengukur tingkat kemampuan yang dimiliki seseorang.

Dari uraian tentang teori belajar diatas dapat kita rangkai metode-metode yang digunakan dalam pembelajaran, antara lain ceramah, diskusi, demonstrasi, tanya jawab, resitasi, eksperimental, study tour, latihan, problem solving, mengajar berkelompok, peer group/berkelompok, dan lain-lain.

 

pikir2-5
Pengenalan mangrove kepada siswa sekolah secara berkelompok.
Sumber: Dokumentasi pribadi, 2023

 

Untuk mengoptimalkan metode pembelajaran dan pengajaran dalam proses belajar maka diperlukan media pembelajaran sebagai pendukung, antara lain:

  1. Audio

Media audio adalah media pembelajaran berupa audio yang dapat didengarkan untuk belajar. Contoh media audio adalah antara lain podcast radio BBC, rekaman materi bahasa untuk sesi listening. Media ini dapat memaksimalkan kemampuan individu yang tipe belajarnya adalah tipe audio, yang lebih mudah memahami segala sesuai jika dijelaskan/ melalui mendengar.

  1. Visual

Media visual antara lain gambar, power point, layer, alat peraga, dan lain-lain. Media ini berfungsi untuk memudakan pemahaman peserta didik dalam memahami materi yang dibahas. Hal ini akan sangat membantu terutama bagi individu yang memiliki tipe belajar visual, yang dapat memahami Pelajaran secara maksimal melalui visual.

  1. Audio-Visual

Media audio-visual contohnya video. Hal ini sangat mudah kita temukan saat ini. Ketika di sekolah, atau pelatihan-pelatihan maka pengajar dapat menyajikan contoh melalui cuplikan video. Bagi individu yang belajar mandiri dapat menemukan beragam tutorial di internet atau mengakses berbagai website sesuai kebutuhan,

pikir3-5
Pengenalan mangrove kepada siswa sekolah secara berkelompok.
Sumber: Dokumentasi pribadi, 2023

 

Tahapan Pembelajaran
pikir4-3
Tahapan Belajar

Terdapat 4 tahapan belajar, yaitu:

  1. Unconscious incompetence: kesadaran yang belum muncul akan pentingnya belajar sesuatu
  2. Conscious incompetence: menyadari belum memiliki kompetensi tertentu
  3. Conscious competence: memahami cara melakukan sesuatu, mulai terbiasa dengan ilmu baru, masih perlu konsentrasi penuh untuk melakukan keahlian barunya
  4. Unconscious competence: sudah menggunakan alam bawah sadarnya untuk melakukan sesuatu

Dengan memahami teori belajar, kita dapat menentukan teknik mana yang paling tepat untuk digunakan baik untuk belajar secara individu maupun dalam kegiatan belajar yang formal. Pemahaman terhadap teori akan membantu pengajar dalam menentukan metode yang paling efektif dalam pembelajaran sehingga peserta dapat memahami secara optimal materi yang disampaikan. Bagi pembaca budiman, anda bisa memeriksa dan mencoba teori mana yang sesuai dengan karakter dan kepribadian masing-masing peserta. Semoga pemahaman ini dapat menambah semangat belajar, baik ketika anda menjadi pengajar maupun ketika sedang belajar. Dengan demikian semoga proses pembelajaran bisa menjadi lebih efektif dan menyenangkan.

 

Daftar Pustaka

https://www.websitependidikan.com/2017/10/teori-pembelajaran.html

4 Tahapan Pembelajaran yang Perlu Anda Sadari & Pahami (kuncoroleadership.org)

https://www.kuncoroleadership.org/4-tahapan-pembe lajaran/

https://www.selasar.com/metode-pembelajaran/

 

 

Anisa Rintayani

Anisa Rintayani

Anisa Rintayani adalah penulis yang aktif di dunia pendidikan dan lingkungan. Saat ini Anisa berperan di dunia pendidikan sebagai pemerhati pendidikan dan lingkungan dan sedang mengembangkan diri dalam bidang ilmu lingkungan.

Related Posts

[Pikir] Dekonstruksi Lembaga Pusat Pemikiran: Mengembalikan Fungsi Interpretasi Civil Society yang Semakin Me-legislasi

[Pikir] Dekonstruksi Lembaga Pusat Pemikiran: Mengembalikan Fungsi Interpretasi Civil Society yang Semakin Me-legislasi

[Pikir] Kehidupan Pangan Pesisir: Mengintegrasikan Ketahanan Pangan dan Kedaulatan Pangan

[Pikir] Kehidupan Pangan Pesisir: Mengintegrasikan Ketahanan Pangan dan Kedaulatan Pangan

[Pikir] Mengenal Jejaring Pangan Alternatif (AFN): Apa Makna “Alternatif” di Tengah Sistem Pangan Hari Ini?

[Pikir] Mengenal Jejaring Pangan Alternatif (AFN): Apa Makna “Alternatif” di Tengah Sistem Pangan Hari Ini?

[Pikir] Merefleksikan Keterpisahan Hubungan Manusia Perkotaan dengan Pangan dalam Perspektif Kritis

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

edisi

Terbaru

Rubrik

Recent Comments

STATISTIK

Online User: 0
Today’s Visitors: 39
Total Visitors: 93788

Visitors are unique visitors