[Media] The Earthing Movie: The Remarkable Science of Grounding

[Media] The Earthing Movie: The Remarkable Science of Grounding

earthing-movie

Sutradara: Josh Tickell dan Rebecca Tickell

Penulis: Josh Tickell

Narator: Rebecca Tickell

Sinematografer: Simon Balderas dan Jose Babcock

Editor: Ryan A. Nichols

Produser: Josh Tickell dan Rebecca Tickell

Koproduser: Alexa Coughlin

Komposer: Ryan Demaree

A Big Picture Ranch Production in Association with the Chopra Center, the Earthing Institute and HeartMD Institute

Tayang Perdana: Maret 2019

Durasi: 75 menit

Berawal dari kisah sepasang suami istri, Josh dan Rebecca Tickell, pembuat film dokumenter The Big Fix (Kisah bencana lingkungan terbesar berupa pencemaran tumpahan minyak di lautan Teluk Meksiko akibat meledaknya anjungan pengeboran minyak lepas pantai Deepwater Horizon milik British Petroleum pada 20 April 2010). Selama melakukan penyelidikan mengenai dampak terhadap lingkungan dan bagi kesehatan manusia sepanjang pesisir pantai Louisiana, Rebbeca terpapar OSD(Oil Spill Dispersant) yang mengakibatkan alergi kulit, gangguan pernafasan, hingga mendapat peringatan dari dokter untuk tidak memiliki anak. Walaupun demikian, mereka tetap mencoba, dan setelah satu kali mengalami keguguran, ketika Rebecca hamil, dokter menyatakan akan ada efek samping pada perkembangan janin, ada kemungkinan anak perempuan dalam kandungannya tidak dapat bertahan. Ajaibnya, sang bayi lahir sehat dan bahagia. Tapi kemudian selama dua tahun, anak perempuannya memiliki masalah penyakit yang sangat kronis.

Mereka harus pergi pulang rumah sakit untuk menjalani pengobatan penyakit anaknya, selain itu mereka juga mencoba berbagai cara penyembuhan hingga suatu saat temannya memberikan sebuah salinan buku berjudul “Earthing: The Most Important Health Discovery Ever!” Karya Clinton Ober, mantan juru pemasaran dan instalator TV kabel, pengarang pendamping kardiolog Stephen Sinatra dan Martin Zucker, serta diiringi dengan kata pengantar oleh James Oschman, ahli elektromedis. Pada awalnya, karena dianggap terlalu mudah, Josh dan Rebecca merasa ragu-ragu, tetapi akhirnya mencoba juga. Ketika dijalani, ajaibnya kesehatan Athena (anak perempuan mereka) dan Rebecca semakin membaik. Agar semakin yakin, kemudian mereka coba berkonsultasi dengan ahlinya, terutama sekali bertemu dengan Clinton Ober serta beberapa ahli yang mendalami manfaat berjalan tanpa menggunakan alas kaki.

Sebelum akhirnya menjadi perintis sekaligus pemrakarsa gerakan jalan kaki tanpa menggunakan alas kaki di tahun 1999, pengalaman kesembuhan saudara perempuan temannya yang menderita penyakit demam scarlet, secara menakjubkan melalui metode dipendam dalam tanah hingga batas leher, kemudian membuat api unggun di sebelahnya semalaman oleh tetua Suku Indian Blacfeet wilayah Montana, Clinton Ober menjadi semakin yakin pada kesimpulannya setelah puluhan tahun bergelut dalam bidang grounding perkabelan lalu sakit di usia 46 tahun. Menurutnya, ketika kita tidak menggunakan alas kaki, berhubungan langsung dengan bumi sebagai ibu pertiwi, maka akan mengurangi inflamasi, tidur lebih baik, dan aliran elektromagnetik yang ada pada tubuh kita akan menjadi seimbang. Walaupun demikian, banyak peneliti yang tidak tertarik bahkan mencemooh kesimpulan ini.

Lebih lanjut Clinton Ober memberikan kesimpulan ekstrim, bahwa karet sintetik sepatu merupakan penemuan paling merusak yang pernah dibuat oleh manusia. Di akhir film, selain menceritakan beberapa orang yang aktif melakukan kegiatan tanpa alas kaki, Rebbeca menginformasikan kepulihan anak dan dirinya. Walaupun demikian, beberapa orang menyatakan mungkin ini hanyalah efek plasebo saja.

Demikian sekilas resensi film Earthing. Secara pribadi saya sepakat tentang perlunya berhubungan langsung dengan tanah. Selain memiliki pengalaman aktif berkegiatan tanpa alas kaki ketika berkebun ramah lingkungan, walaupun saya hanya tidur selama sekitar  dua jam maksimal mulai pukul 22.00 hingga 00.00 dan aktif melakukan puasa jeda (intermittent fasting) hampir selama setahun, namun kesehatan, kebugaran serta kekuatan tubuh saya terasa lebih prima. Sebagai pembanding lainnya bisa kita lihat juga buku Anastasia karya Vladimir Merge.

Akhir kata, selamat mencoba dan membuktikan sendiri setiap pengetahuan yang telah kita dapatkan dalam perjalanan hidup kita. Orandum es ut sit mensana incorpore sano – Marilah kita berdoa semoga di dalam tubuh yang sehat terdapat pula jiwa yang kuat, Aamiin yaa Robbal ‘alamiin.

Rio Kornel

Rio Kornel

Rio Kornel Lahir di bandung 25 april 1976, rio kornel lebih banyak tumbuh dan besar di alam terbuka. Berkebun, memancing dan berburu bersama almarhum kakek tercinta menjadi rutinitas masa kecilnya. Kegiatan alam terbukanya berlanjut di WAPATALA SMP N 28 Bandung, Apis Indica SMA N 6 Bandung hingga Sekolah Panjat Tebing SKYGERS dan kursus menyelam PADI. Selain itu juga, Rio merupakan salah satu Pendiri aktivitas penyelamatan satwa JAAN. Setelah belajar ekologi di jurusan Antropologi UNPAD, serta menjadi manajer jungle training OPWALL selama 5 tahun, kemudian belajar Permakultur dan tinggal di Bumi Langit selama setahun, lengkaplah konsep bercocok tanam ramah lingkungan yang mengantarkannya menuju Ekoteologi.

Related Posts

[Media]  Cara Berpikir Sistem untuk Menyelesaikan Persoalan di Komunitas

[Media] Cara Berpikir Sistem untuk Menyelesaikan Persoalan di Komunitas

[Media] Kiss the Ground

[Media] Kiss the Ground

[Media] Radical Forgiveness – Kunci Pendewasaan Jiwa

[Media] Radical Forgiveness – Kunci Pendewasaan Jiwa

[Media] Zootopia: Perubahan Dimulai dari Dirimu Sendiri!

[Media] Zootopia: Perubahan Dimulai dari Dirimu Sendiri!

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

edisi

Terbaru

Rubrik

Recent Comments

STATISTIK

Online User: 0
Today’s Visitors: 6
Total Visitors: 2797

Visitors are unique visitors