[Rumah Kail] Memulihkan diri di Rumah dan Kebun KAIL

[Rumah Kail] Memulihkan diri di Rumah dan Kebun KAIL

KAIL adalah organisasi yang bertujuan untuk mendukung kerja-kerja aktivis agar menjadi lebih efektif. Tujuan tersebut diwujudkan lewat kegiatan-kegiatannya, salah satunya adalah lokakarya-lokakarya pemulihan diri untuk aktivis. Sebelum pandemi COVID-19, kegiatan tersebut kami laksanakan, baik di dalam ruangan di Rumah KAIL maupun di luar ruangan, yaitu di Kebun KAIL.

 

Kegiatan-kegiatan pemulihan diri yang dilakukan cukup beragam. Ada banyak metode yang diperkenalkan dengan mengundang banyak pembicara dan pelatih. Para pembicara dan pelatih ini ada yang merupakan anggota KAIL, kawan-kawan di jaringan, maupun narasumber yang sengaja diundang untuk para staf dan relawan KAIL belajar metode pemulihan diri tertentu. Termasuk dalam kegiatan tersebut adalah kegiatan lokakarya self healing (penyembuhan diri) dengan berbagai teknik yang dikembangkan oleh berbagai pihak, seperti : yoga, meditasi bersama, membuat jamu, membuat berbagai minuman fermentasi yang menyehatkan, mengolah makanan sehat dan ramah lingkungan, dan banyak lagi.

 

memulihkan-1
Salah satu kegiatan Self healing yang diselenggarakan di Rumah KAIL

 

Selain kegiatan-kegiatan pemulihan diri yang dilakukan bersama-sama, KAIL juga membuka ruang untuk kawan-kawan aktivis berproses secara mandiri di Rumah dan Kebun KAIL. Teman-teman dapat memanfaatkan fasilitas yang ada dan menggunakannya untuk proses pemulihan diri secara mandiri sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Berikut ini kami bagikan beberapa hal yang dapat dilakukan secara perorangan untuk pemulihan diri secara mandiri dengan memanfaatkan Rumah dan Kebun KAIL.

 

Hal paling sederhana yang dapat dilakukan di Rumah dan Kebun KAIL adalah berada di sana dan menikmatinya. Rumah KAIL dapat dijangkau kurang lebih 15 menit dengan  ojek dari Jalan Raya Ujung Berung. Posisinya di perbatasan antara Kompleks Giri Mekar dan Kampung Cigarukgak. Di sini terjadi pertemuan antara kentalnya budaya kampung dan masuknya budaya kota. Di satu sisi kekeluargaan dan kebersamaan masih kuat mewarnai kehidupan warga, sementara di sisi lain individualitas dan gaya hidup berbasis konsumsi telah merasuki kehidupan masyarakat.

 

Rumah KAIL terletak di tepi jalan Cigarukgak Kidul. Jalan ini cukup ramai dilalui kendaraan, terutama sepeda motor. Sepanjang hari terdengar suara deru mesin kendaraan yang lalu lalang. Sesekali terdengar suara anak-anak bermain, suara mesin las di seberang jalan, suara tetangga menyetel musik kesukaannya, dan teriak para pedagang menjajakan barang dagangannya. Ketika memasuki area Rumah dan Kebun KAIL, suara-suara tersebut bertambah dengan suara tonggeret, burung, ayam, tupai dan berbagai satwa lain yang ada di sana. Suara dari luar tadi tidak hilang, tetapi ada suara lain yang dapat dinikmati juga. Di antara hiruk pikuk tersebut, kadang-kadang ada waktu hening yang istimewa, saat dimana suara dari luar dan suara dari kebun menghilang. Terjadinya hanya dalam beberapa waktu yang singkat. Biasanya setelah adzan dzuhur. Tiba-tiba suasana menjadi senyap. Keheningan terjadi selama beberapa saat. Kalau diperhatikan, dunia seperti kosong. Kosong yang istimewa. Kosong yang memungkinkan kita merasakan kepenuhan yang lain, yang berbeda dari penuhnya hiruk-pikuk suara pada waktu lainnya.

 

Berada di Rumah KAIL sambil memperhatikan berbagai jenis suara ini ibarat mengisi jiwa. Ini sebuah latihan untuk mengenali dan mengamati hal-hal yang terjadi di luar diri kita. Dari latihan itu, kemudian kita bisa berlatih untuk masuk ke dalam diri dan mengenali suara-suara yang berasal dari dalamnya. Meskipun di tengah hiruk pikuk suara dari luar, dalam diri kita bisa jadi ada suara-suara pelan yang menjerit menuntut perhatian. Ini adalah salah satu langkah penting di dalam self healing. Mendengarkan suara diri yang terdalam, memperhatikan kebutuhannya, berdialog dengannya, serta kemudian mengupayakan pemenuhannya.

 

Proses ini mungkin merupakan sebuah kelangkaan bagi kebanyakan aktivis. Banyak aktivis (termasuk saya sendiri pada suatu masa) mengalami kehidupan yang penuh dengan gagasan dan kesibukan untuk membantu orang lain dan mengupayakan perubahan dunia. Saking sibuknya, sampai seringkali melupakan diri sendiri dan mengabaikan kebutuhan-kebutuhannya. Berada di Rumah KAIL, terutama ketika sendirian, memberi kesempatan untuk memperhatikan diri sendiri. Memberi ruang bagi kita untuk berada bersama diri sendiri dan berdialog dengannya. Sebetulnya, proses ini juga bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun. Tetapi kadang suasana yang berbeda dengan hidup kita sehari-hari dapat membantu memberikan kondisi pendukung.

 

memulihkan-2
Salah satu kegiatan self healing di Rumah KAIL

 

Hal kedua yang dapat dilakukan di Rumah dan Kebun KAIL adalah meditasi. Di dalam Rumah KAIL ada beberapa lokasi yang mungkin cocok untuk meditasi. Banyak orang menyukai berada di teras atas. Karena posisinya masih di dalam Rumah KAIL, tempat itu bebas dari panas dan hujan. Sedangkan dari sisi pemandangan, pandangan mata cukup luas menghadap kebun, sawah dan bisa mendengarkan suara aliran sungai. Duduk di lantai kayu di tempat ini memberikan kenyamanan bagi banyak orang. Jangankan bermeditasi, bersandar di dindingnya pun memberikan rasa tenang dan santai. Di dekat situ terdapat sebuah rak berisi koleksi buku perpustakaan. Jadi bagi yang gemar membaca, maka membaca buku pun bisa menjadi pilihan kegiatan yang meringankan beban. Ada juga yang suka bermeditasi di dalam ruangan. Mushola adalah tempat yang mungkin cocok untuk banyak orang. Seorang kawan men-download sebuah aplikasi untuk mengukur level energi. Kami pernah mengukur level energi di beberapa posisi di Rumah dan Kebun KAIL. Mushola ini adalah salah satu tempat dengan tingkat energi tertinggi. Khusus di ruangan ini, skor level energi menurut apps tersebut lebih dari 50, sementara di ruangan lain rata-rata 40. Ada juga yang suka bermeditasi di luar ruangan. Untuk keperluan ini, labirin mungkin merupakan lokasi yang paling ideal. Di sini teman-teman bisa bermeditasi duduk atau jalan sesuai kebutuhan. Meditasi jalan juga bisa dilakukan seputar kebun. Dalam salah satu kegiatan meditasi bersama, beberapa dari kami pernah melakukan meditasi jalan keliling kebun tanpa alas kaki. Satu hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan aktivitas di luar ruangan adalah sebaiknya menggunakan pakaian berlengan panjang dan menggunakan minyak sereh untuk anti nyamuk. Kalau tidak, nyamuk-nyamuk akan hinggap dan menggigit. Tentu ini akan menjadi godaan atau gangguan tersendiri dalam melakukan meditasi.

 

Berjalan tanpa alas kaki di atas tanah (bukan di atas lantai keramik, jalan aspal atau beton) pada zaman sekarang mungkin merupakan kemewahan. Kalau teman-teman punya kesempatan itu, cobalah. Menapakkan kaki di tanah tanpa alas kaki ibarat menghubungkan kita dengan ibu bumi. Kalau saya melakukannya, berjalan nyeker mengikuti jalur-jalur masuk ke dalam labirin dan keluar lagi, yang saya rasakan adalah kaki saya seperti kesetrum.  “Setrum” ini dapat dirasakan sampai beberapa saat setelah selesai. Setrum itu kemudian menjalar dari telapak kaki ke betis dan ke kaki. Sepertinya syaraf-syaraf di sana menjadi lebih hidup. Selain itu saya juga bisa merasakan dingin dan segarnya udara, mengamati hijau dan rimbunnya pohon di sekeliling dan sawah di kejauhan serta mendengarkan suara-suara air sungai mengalir dan sesekali suara-suara binatang yang ada di sekitar lokasi tersebut.

 

Saya juga suka dengan banyak bau di Kebun KAIL. Saya paling suka dengan bau tanah sehabis hujan, juga bau rumput dan bermacam tumbuhan setelah tersiram air. Bau bunga-bunga yang mekar. Bau daun-daun yang khas ketika dipetik. Bau rimpang-rimpang, kayu manis, kayu putih, cengkeh dan banyak lagi. Pada setiap musim dan lokasi, selalu ada bau yang berbeda. Bau yang lain dari biasanya. Hanya satu bau saja yang saya kurang suka di sini, yaitu bau asap pembakaran sampah. Di sini, masyarakat sekitar masih sering membakar sampah. Di satu sisi mereka suka kebersihan, di sisi lain cara untuk mencapai kebersihan menghasilkan polusi udara yang parah. Semoga ada langkah untuk pengaturan soal pembakaran sampah ini secepatnya.

 

Hal menyenangkan lain yang bisa dilakukan di Rumah dan Kebun KAIL adalah panen, mengolahnya dan menikmatinya. Setiap hari, ada saja yang bisa dipanen dari Kebun KAIL. Macam-macam buah-buahan dan sayuran. Sebagian bisa dimakan mentah, sebagian lagi lebih enak kalau diolah dulu. Proses pengolahan bisa dilakukan di dapur Rumah KAIL. Ada sejumlah peralatan masak yang dapat digunakan untuk memproses makanan. Di KAIL kami mengembangkan beberapa menu sehat dari bahan-bahan yang ada di Kebun KAIL untuk konsumsi kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di Rumah KAIL.

 

memulihkan-3
Panen – salah satu kegiatan yang paling disenangi di Kebun KAIL

 

Ada satu lagi hal sederhana yang dapat dilakukan di Rumah KAIL, yaitu duduk di lantai bawah dan menikmati secangkir teh atau kopi buatan sendiri. Teh atau kopi ini juga bisa diganti dengan berbagai minuman herbal seperti rebusan sereh dengan sedikit gula merah, rebusan jahe, kunyit, kencur, temulawak, atau kombinasinya. Kalau mau sedikit usaha, bisa ambil daun cengkeh dan daun kayu manis juga untuk menambah rasa dan aroma. Eksperimen-eksperimen ini, juga memberikan suasana baru. Sebuah selingan menyenangkan untuk meringankan rasa penat menghadapi kehidupan.

 

Sebetulnya, semua hal yang saya deskripsikan di atas juga bisa dilakukan selain di Rumah dan Kebun KAIL. Semuanya adalah hal-hal sederhana dan nyaris tanpa biaya. Suatu saat nanti setelah pandemi berakhir, kawan-kawan dapat mampir ke Rumah KAIL untuk mencoba melakukan hal-hal di atas. Selama kesempatan itu belum muncul, semoga tulisan ini dapat memberi inspirasi bagi teman-teman untuk mulai mengambil waktu untuk diri sendiri dan mengisi kembali baterai diri yang terkuras selama proses perjuangan di mana pun kawan-kawan berada.

Any Sulistyowati

Any Sulistyowati

Any Sulistyowati adalah trainer dan fasilitator di Perkumpulan Kuncup Padang Ilalang. Peran utama yang sedang dijalani saat ini adalah: (1) memfasilitasi komunitas/ organisasi/ kelompok untuk membuat visi bersama dan perencanaan untuk membangun dunia yang lebih berkelanjutan, (2) menuliskan inisiatif-inisiatif untuk membangun dunia yang lebih berkelanjutan, (3) membangun pusat belajar (Rumah KAIL) untuk memfasilitasi proses berbagi dan belajar antar individu dan organisasi.

Related Posts

[Rumah KAIL] Tantangan dalam Pengelolaan Sampah Bersama

[Rumah KAIL] Tantangan dalam Pengelolaan Sampah Bersama

[Rumah KAIL} Pengalaman Pemulihan Kondisi Alam di Kebun KAIL

[Rumah KAIL} Pengalaman Pemulihan Kondisi Alam di Kebun KAIL

[Rumah KAIL] Berdamai dengan Tetangga : Suka Duka Pengelolaan Kebun KAIL

[Rumah KAIL] Berdamai dengan Tetangga : Suka Duka Pengelolaan Kebun KAIL

[Rumah KAIL] Mencari Kedamaian di Rumah KAIL

[Rumah KAIL] Mencari Kedamaian di Rumah KAIL

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

edisi

Terbaru

Rubrik

Recent Comments

STATISTIK

Online User: 0
Today’s Visitors: 5
Total Visitors: 2796

Visitors are unique visitors