[Rumah KAIL] Memperkuat Generasi Pangan Lokal yang Adil dan Lestari
Sejak pertengahan tahun 2024 sampai dengan Februari 2025, KAIL menyelenggarakan rangkaian kegiatan penguatan Generasi Pangan Lokal yang Adil dan Lestari di Rumah KAIL. Program ini bertujuan untuk memperkuat generasi muda yang terlibat dalam mengembangkan sistem pangan lokal yang adil dan lestari di Kota Bandung. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dalam program ini dirancang untuk menyediakan ruang diskusi bagi kaum muda tentang isu-isu pangan untuk belajar bersama dan membahas isu-isu pangan secara holistik. Diharapkan para peserta dapat menciptakan perubahan positif di masyarakat secara kolektif dan partisipatif.
Kegiatan utama program tersebut adalah sebagai berikut: (1) rangkaian lokakarya berkebun, (2) pendampingan bagi peserta untuk mempraktikkan keterampilan berkebun, (3) rangkaian lokakarya Refleksi Pangan, dan (4) edukasi publik melalui media sosial. Untuk mendukung kegiatan tersebut, dilaksanakan pula beberapa kegiatan pendukung sebagai berikut: (1) pertemuan pembukaan dan lokakarya perencanaan, (2) penelitian untuk memetakan aktor pangan di Kota Bandung, potensi, dan kebutuhan peningkatan kapasitas mereka, (3) pengembangan kebun ujicoba penerapan prinsip-prinsip pertanian regeneratif di Kebun KAIL, dan (4) acara penutupan.

Pak Enjang – mengembangkan ujicoba pertanian regeneratif di Kebun KAIL
Pelaksanaan program ini melibatkan perwakilan anak muda dari Kota Bandung dan sekitarnya yang diseleksi melalui beberapa tahapan. Mereka yang terpilih sebagai peserta dapat memperluas jaringan, meningkatkan keterampilan teknis dan wawasan tentang berkebun komunitas, belajar menganalisis isu pangan lokal, dan mengidentifikasi tindakan yang dapat mendorong sistem pangan lokal yang lebih adil dan lestari di wilayah atau komunitas masing-masing.
Selain belajar dari sesama peserta, mereka juga memperoleh pengetahuan dari para aktivis generasi sebelumnya yang diundang sebagai narasumber dalam kegiatan Refleksi Pangan. Para narasumber ini dipilih dari mereka yang memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang isu pangan, pengorganisasian komunitas, gerakan sosial, GEDSI, dan perspektif lingkungan yang dibutuhkan untuk mengembangkan sistem pangan lokal yang adil dan berkelanjutan. Noer Fauzi Rachman, Mia Siscawati, dan Suraya Afiff adalah para pembicara yang diundang dalam rangkaian kegiatan Refleksi Pangan tersebut.

Foto Bersama Kegiatan Refleksi Pangan, Desember 2025 di Rumah KAIL
Dari keseluruhan kegiatan yang dilaksanakan, 11 peserta mengikuti serangkaian lokakarya berkebun dan mendapatkan kesempatan layanan mentoring selama 4 bulan. Pendampingan diberikan oleh Raden Galih Raditya dari Komunitas 1000 Kebun yang menjadi mitra KAIL selama rangkaian kegiatan ini. Rangkaian kegiatan Refleksi Pangan diikuti oleh 49 peserta, 31 di antaranya mengikuti lokakarya Pertanian Regeneratif. Sebagian dari mereka berbagi komitmen untuk melanjutkan inisiatif berkebun mandiri atau mempromosikan/memperkuat sistem pangan lokal, adil, dan berkelanjutan secara umum.
Semua peserta mendapat kesempatan untuk mengajukan Dana Tunas untuk mendukung inisiatif yang mereka kembangkan. Menanggapi kesempatan ini, 13 peserta mengajukan Dana Tunas dan mendapatkan dukungan mulai dari Rp. 500.000,- sampai Rp. 2.000.000,- untuk memulai atau melanjutkan inisiatif mereka. Total dana yang didistribusikan untuk Dana Tunas ini adalah sebesar Rp. 15.000.000,-. Inisiatif-inisiatif yang didukung oleh Dana Tunas ini meliputi memulai kegiatan berkebun di rumah masing-masing, mengembangkan kebun komunitas, penelitian, kampanye, dan beberapa kegiatan lain untuk mendukung sistem pangan lokal yang adil dan lestari di wilayah masing-masing.
Penyerahan Dana Tunas dilaksanakan dalam kegiatan lokakarya penutup. Selain menerima Dana Tunas, para peserta yang rajin mengikuti kegiatan mendapatkan hadiah khusus berupa buku Khazanah Lalab, Rujak, Sambal dan Tékték karya Riadi Darwis. Buku ini merupakan koleksi pangan lokal Sunda yang merupakan hasil riset penulis selama bertahun-tahun kariernya. Hadiah tersebut langsung diserahkan oleh penulis kepada para peserta terpilih. Diharapkan buku tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para peserta untuk mengonsumsi sekaligus melestarikan dan mengembangkan pangan lokal Sunda.

Buku Hadiah untuk Peserta Terpilih
Terlepas dari banyak tantangan seperti keterbatasan waktu peserta untuk menghadiri kegiatan secara intensif, kegiatan-kegiatan ini telah menanam benih kesadaran generasi muda di Kota Bandung tentang pentingnya sistem pangan lokal yang adil dan lestari. Secara keseluruhan, program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas generasi muda yang terlibat dalam isu pangan, khususnya di Kota Bandung, yang dapat berdampak positif pada berbagai kegiatan yang telah mereka pilih dan laksanakan. Kail berharap benih-benih kecil ini dapat tumbuh, menyebar, dan memengaruhi gerakan sosial yang lebih luas, terutama dalam mentransformasi sistem pangan di Kota Bandung.

No Comment