[Rumah KAIL} Pengalaman Pemulihan Kondisi Alam di Kebun KAIL

[Rumah KAIL} Pengalaman Pemulihan Kondisi Alam di Kebun KAIL

Sejak tahun 2013, KAIL telah mengembangkan Kebun KAIL. Kebun tersebut terletak di lahan seluas sekitar 2000 meter. Pada awalnya Kebun tersebut merupakan sebuah kebun kosong yang kadang ditanami dengan pohon singkong dan alang-alang. Ada beberapa jenis pohon besar tumbuh di sana, seperti jengkol, alpukat, kemiri dan mindi. Sekitar sepuluh tahun yang lalu, kebun ini mulai ditanami dengan sekitar 400 batang pohon tanaman kayu. Sebagian adalah tanaman-tanaman yang tumbuh cepat seperti akasia, jati belanda dan bintaro. Sebagian lagi adalah tanaman-tanaman hutan asli Jawa Barat, seperti puspa dan surian (suren). Kami juga menanam berbagai pohon buah-buahan seperti mangga, sirsak, jeruk, jambu, nangka dan alpukat.

Sebagian dari tanaman-tanaman kayu yang tumbuh cepat sudah kami panen. Sebagai contoh, tanaman akasia sudah habis kami panen untuk dijadikan tiang teras Rumah KAIL. Karena akasia merupakan spesies asing yang invasif, maka kami tidak lagi menanamnya lagi. Tanaman akasia yang kecil-kecil kami cabut agar tidak tumbuh lagi menjadi tanaman akasia yang baru. Sebaliknya, tanaman-tanaman asli hutan Jawa Barat kami biarkan tumbuh membesar. Tanaman-tanaman tersebut tumbuh semakin besar dan membuat beberapa bagian Kebun KAIL menjadi seperti hutan. Pohon-pohon besar tersebut menjatuhkan biji dan biji-biji tersebut kemudian tumbuh menjadi tanaman-tanaman kecil di sekitarnya.

kebun-kail-1
Labirin: lokasi kebun untuk berbagai kegiatan di luar ruangan (Foto: dokumentasi pribadi)

Kebun KAIL berbatasan dengan sungai. Sejak awal, tanah di tebing sungai tersebut sering longsor. Jadi, makin lama tebingnya makin tinggi dan risiko longsornya semakin besar. Sejauh ini kami melakukan berbagai upaya penanaman beberapa jenis tanaman di tebing tersebut. Karena kami tidak memiliki petugas kebun khusus, yang kami lakukan adalah menanaminya dengan tanaman-tanaman yang bisa tumbuh sendiri tanpa perawatan khusus, misalnya aren, bambu dan berbagai pohon kayu. Dari awalnya satu batang pohon aren, saat ini di sepanjang kebun tersebut sudah terdapat dua puluh satu batang pohon aren. Dari satu rumpun bambu, sekarang sudah banyak bambu baru bermunculan.

kebun-kail-2
Tanaman bambu untuk penahan tebing sungai dari longsor (Foto: dokumentasi pribadi)

Upaya menghijaukan tebing ini memang membutuhkan kesabaran. Selain rumpun yang beranak pinak dengan sendirinya, kami juga memindahkan tunggul-tunggul bertunasnya, serta menanam ratusan batang bambu yang potensial menghasilkan tunas di sepanjang tebing sungai. Di tahun pertama, dari ratusan batang tunas bambu yang ditancapkan, hanya satu atau dua batang saja yang tumbuh. Sisanya tampak seolah mati kekeringan. Karena kami tidak punya energi untuk mencabut dan menggantinya dengan bambu yang baru, maka bambu tersebut kami biarkan tertancap di tanah di sepanjang tebing. Ajaibnya, beberapa tahun kemudian, beberapa batang bambu yang dikira mati ternyata masih hidup. Pada beberapa ruas batang kering, muncul tunas-tunas kecil yang makin lama makin besar. Lambat memang pertumbuhannya, tetapi setidaknya mereka hidup.

 

kebun-kail-3
Bed-bed di Kebun KAIL – penuh dengan beragam tanaman yang berguna (Foto: dokumentasi pribadi)

Keanekaragaman hayati di Kebun KAIL telah meningkat pesat dibandingkan dengan sepuluh tahun yang lalu. Keragaman ini bukan hanya dari sisi tanamannya, tetapi juga dari satwa yang tampak atau terdengar suaranya. Sebagai contoh, pada tahun-tahun awal kami memelihara Kebun KAIL, kami tidak pernah melihat kunang-kunang di waktu malam. Sejak tahun lalu mulai tampak satu dua ekor kunang-kunang. Tahun ini, mereka lebih sering terlihat dan jumlahnya lebih banyak. Demikian juga kupu-kupu, capung, kadal dan burung. Kami juga bisa melihat tupai, ular dan kelelawar.

Banyak manfaat yang kami dapatkan dari pemulihan kondisi alam di Kebun KAIL. Manfaat pertama, tentulah kami dapat menikmati hasil panen dari Kebun KAIL. Kami memiliki beraneka ragam jenis sayuran, buah, dan rimpang untuk bumbu dan obat. Para tetangga pun kerap datang ke Kebun KAIL meminta berbagai tanaman untuk obat-obatan. Manfaat kedua adalah sebagai tempat bermain dan belajar anak-anak. Hampir setiap hari anak-anak datang ke Kebun KAIL untuk memanjat pohon, mencari pepaya, jambu dan berry untuk dinikmati bersama. Kebun KAIL juga kerap dijadikan tempat untuk belajar berkebun dan belajar tentang alam untuk anak-anak.

kebun-kail-4
Beragam jenis tanaman di setiap bed di Kebun KAIL (Foto: dokumentasi pribadi)

Dari proses tersebut, kami mendapatkan pembelajaran bahwa alam dapat memulihkan dirinya sendiri, sekalipun membutuhkan waktu dan sumber daya. Artinya, butuh kesabaran agar alam dapat kembali ke kondisinya yang sehat. Energi dan kesabaran yang kita berikan kepada alam akan kembali kepada kita dalam berbagai bentuk manfaat yang disediakan oleh alam untuk kita semua.

Any Sulistyowati

Any Sulistyowati

Any Sulistyowati adalah trainer dan fasilitator di Perkumpulan Kuncup Padang Ilalang. Peran utama yang sedang dijalani saat ini adalah: (1) memfasilitasi komunitas/ organisasi/ kelompok untuk membuat visi bersama dan perencanaan untuk membangun dunia yang lebih berkelanjutan, (2) menuliskan inisiatif-inisiatif untuk membangun dunia yang lebih berkelanjutan, (3) membangun pusat belajar (Rumah KAIL) untuk memfasilitasi proses berbagi dan belajar antar individu dan organisasi.

Related Posts

[Rumah Kail] Memulihkan diri di Rumah dan Kebun KAIL

[Rumah Kail] Memulihkan diri di Rumah dan Kebun KAIL

[Rumah KAIL] Berdamai dengan Tetangga : Suka Duka Pengelolaan Kebun KAIL

[Rumah KAIL] Berdamai dengan Tetangga : Suka Duka Pengelolaan Kebun KAIL

[Rumah KAIL] Mencari Kedamaian di Rumah KAIL

[Rumah KAIL] Mencari Kedamaian di Rumah KAIL

[Rumah Kail] Perjalanan Kail Mempraktekkan Kesadaran Akan Kemandirian

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

edisi

Terbaru

Rubrik

Recent Comments

STATISTIK

Online User: 0
Today’s Visitors: 6
Total Visitors: 1713

Visitors are unique visitors