[Media] Zootopia: Perubahan Dimulai dari Dirimu Sendiri!

[Media] Zootopia: Perubahan Dimulai dari Dirimu Sendiri!

(Poster: Disney.com)

Judul : Zootopia

Tahun : 2016

Durasi : 108 menit

Sutradara : Byron Howard, Rich Moore, Jared Bush

Produksi : Walt Disney Pictures

Pengisi Suara : Ginnifer Goodwin (Judy Hopps), Jason  Bateman (Nick Wilde), Idris Elba (Chief Bogo) Jenny Slate (Bellwether), Nate Torrence (Clawhauser)

Rating : IMDB (8/110), Rotten Tomatoes (98%), Metacritic (78%)

Genre : Animasi, Petualangan, Komedi, Keluarga, Misteri

 

 

 

“So no matter what type of animal you are; from the biggest elephant to our first fox, I implore you – try. Try to make the world a better place. Look inside yourself and recognize that change starts with you. It starts with me. It starts with all of us.” – Judy Hopps

Judy Hopps sedari kecil bermimpi untuk menjadi anggota jajaran kepolisian “Zootopia Police Department”. Namun, mimpi si kecil Judy selalu dipertanyakan oleh kedua orang tua dan teman-teman di sekitarnya. Mengapa mimpi Judy dipertanyakan?

Saat Judy masih kecil, ia bergabung dan tampil dalam drama sekolah. Lewat drama ini ia menyuarakan mimpinya. Drama ini secara apik memaparkan kondisi dan prasangka dalam semesta film kepada para penonton. Ternyata masyarakat dunia ini menganggap bahwa mereka dibagi ke dalam 2 kategori secara biologis. Kedua kategori tersebut memiliki sejarah masa lalu kelam: kategori predator dan kategori mangsa (prey). Dunia apakah ini?

Judy Hopps tinggal di dunia yang berisi para hewan mamalia serupa manusia. Para mamalia ini hidup berdampingan dan saling bekerja sama. Judy Hopps dan keluarganya masuk ke dalam kategori spesies Oryctolagus cuniculus alias kelinci. Ia lahir dan besar di pedesaan ‘Bunnyburrow’. Di desa itu, orang tua dan puluhan kakak-adik Judy bekerja di ladang wortel yang subur. Mimpi Judy menjadi seorang polisi yang memberantas kejahatan sangatlah ganjil bagi keluarganya. 

Pusat metropolis Zootopia (Animationscreencaps.com)

Di sisi lain dari desa Judy, berdirilah ‘Zootopia’ sebuah kota metropolis yang terdiri dari banyak area, di antaranya distrik Sahara Square yang berupa gurun pasir, Tundratown berupa ekosistem dingin yang terutama ditinggali oleh kaum beruang kutub, Little Rodentia atau kota mini para mamalia pengerat, dan Rainforest District atau ekosistem hutan hujan yang kaya akan pohon-pohon dan tumbuhan raksasa. Judy kecil ingin bergabung ke dalam Zootopia Police Department di metropolis ini.

Masa kecil Judy di mana ia dirundung oleh temannya (Animationscreencaps.com)

Walau dirundung sejak kecil oleh teman-temannya yang lebih kuat secara fisik, Judy tetap teguh pada mimpi dan pendiriannya. Setelah beranjak dewasa, ia pun berhasil masuk ke dalam akademi kepolisian Zootopia dengan program inklusi. Dengan sangat kontras, film ini berhasil menunjukkan betapa Judy terlihat asing di antara rekan-rekannya yang masuk ke dalam kategori “predator”. Judy adalah seorang “prey”, kelinci perempuan yang kecil yang tidak bisa melompati halang rintang di antara “predator” laki-laki bertubuh gagah dan besar.

Di momen kegagalan ini, Judy tidak menyerah begitu saja. Ia pun berhasil maju dengan mengambil langkah yang sangat utama dan mendasar: menerima kenyataan dan berdamai dengan dirinya sendiri. Judy menerima kondisi fisiknya sebagai seorang kelinci. Melalui momen itu, Judy berhasil melihat kelemahan dan kekuatan dirinya. Lantas ia menyelaraskan kelemahan dan kekuatannya dengan apa yang bisa ia lakukan menghadapi realita yang menantang. Dia pun berhasil melewati ujian halang rintang dengan kekuatan dasar seorang kelinci: lewat lompatan-lompatan yang lincah dan luwes.

Judy menemukan kelemahan dan kekuatannya dalam menghadapi realita. (Animationscreencaps.com)
Judy dilantik oleh Walikota Zootopia. (Animationscreencaps.com)

Singkat cerita, Judy Hopps berhasil lulus sebagai lulusan terbaik dari akademi kepolisian. Kemenangan kecil itu semakin terpatri ketika Judy Hopps dilantik menjadi seorang polisi oleh Walikota Zootopia, seorang singa bernama Leodore Lionheart. Mr. Lionheart memiliki seorang asisten bernama Mrs. Bellwether, seorang domba kecil dan manis yang kemudian menjadi salah satu teman dan pendukung Judy Hopps di seantero metropolis. 

Namun, ternyata perjuangan Judy belum selesai. Walau sudah menjadi lulusan terbaik dan diterima ke dalam jajaran kepolisian, ia menghadapi tantangan prasangka yang ternyata melembaga di institusi itu. Prasangka ini bahkan semakin diperkuat dengan tindakan para pemimpin di kepolisian.

Prasangka utama tersebut kembali lagi pada narasi yang secara umum dipercayai masyarakat di sana: bahwa predator lebih kuat dibandingkan mangsa. Sang Kepala Kepolisian, seorang banteng bernama Chief Bogo, pun tidak menghiraukan Judy. Chief Bogo selalu memberinya tugas yang dianggap paling remeh di antara para polisi karena ia menanggap Judy lemah. Tugas itu adalah parking duty atau menjaga mobil-mobil parkir di jalanan pusat kota. Sementara para polisi lain, para “predator” yang dianggap kuat dan tangguh, diberi tugas untuk menyelidiki rangkaian kasus yang sedang melanda Zootopia. Beberapa mamalia dikabarkan hilang di seluruh ekosistem Zootopia.

Judy Hopps menjalankan tugas parking duty dengan semangat, menilang semua mobil yang melewati batas waktu bahkan walau hanya sedetik saja. (Animationscreencaps.com)

Walau kenyataan ini menampar mimpi Judy, ia tidak berkecil hati. Tentu, di dalam hati kecilnya ia ingin bergabung dan ikut memberantas kejahatan. Namun ia kembali ke pada pendiriannya. Judy berdamai dengan keinginan dirinya dan kondisi realita tersebut. Ia tetap menganggap tugas parking duty sebagai tugas penting. Ia bekerja dengan sepenuh hati dan menetapkan target untuk dicapai.

Saat bertugas di pusat kota, ia pun melihat seorang rubah berkeliaran. Rubah adalah salah satu mamalia yang masuk ke dalam kategori predator. Tak hanya itu, rubah dianggap sebagai mamalia yang pintar, licik, dan selalu mendapatkan keinginannya lewat cara-cara yang mengelabui.

Rubah ini, bernama Nick Wilde, hadir ke dalam cerita dengan membawa seorang anak kecil. Judy pun memasang raut curiga. Nick dan si anak kecil masuk berbelanja ke sebuah toko es krim yang dikelola oleh sekawanan gajah. Toko ini memasang tanda bahwa mereka berhak menolak melayani spesies yang tidak mereka inginkan. Karena ia adalah rubah, Nick pun ditolak oleh toko tersebut. Judy, melihat ketidakadilan tersebut mempertanyakan prasangka dirinya sendiri tentang spesies rubah. Apakah ia harus menolong Nick?

Pertemuan Judy dan Nick di toko es krim. Apakah kelinci dan rubah bisa bersahabat? Petualangan apa yang akan mereka temui? (Animationscreencaps.com)

Lantas apa keputusan yang diambil Judy? Apakah ia merasa bahwa Nick mengalami ketidakadilan dari para gajah? Apakah ia akan menolong Nick? Keputusan ini sangat penting, karena lewat keputusan ini Judy akan dibawa lebih dalam ke dalam alur cerita. Ia akan menemukan petualangan yang lebih rumit lagi. 

Apakah Judy akan tetap berusaha mengabdi menjadi polisi parking duty terbaik? Ataukah ia akhirnya ikut membantu kasus-kasus hilangnya mamalia? Kemanakah mamalia-mamalia itu menghilang? Apakah sedang terjadi aksi kriminal tingkat tinggi? Apakah Judy dan penduduk Zootopia akan baik-baik saja? Ataukah mereka akan bertemu dengan krisis yang mengejutkan kehidupan mereka?

Apakah Judy berhasil memecahkan kasus hilangnya para mamalia? (Animationscreencaps.com)

Sekilas, Zootopia mungkin tampak seperti film mainstream khusus untuk menghibur anak-anak semata. Ditambah lagi, animasi 3D Zootopia yang sungguh indah layak disebut sebagai eye candy. Zootopia memang sungguh menghibur, sungguh lucu, dan sungguh bisa dinikmati bahkan oleh orang dewasa sekalipun. 

Tidak bisa dipungkiri, film ini adalah produk komersil budaya Barat yang hadir kepada khalayak global lewat salah satu perusahaan animasi terbesar dunia, Disney. Tentu akan ada bias-bias budaya tersendiri yang belum tentu dapat selaras dengan kondisi masyarakat di belahan dunia yang lain. Bahkan dalam dunia yang saling terhubung ini.

Judy dan rekan-rekan polisinya, para “predator”.

Namun hal tersebut tidak serta merta menganulir bahwa film ini cukup baik mengisahkan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga berisi. Tentu pesan dan kritik sosial dalam Zootopia banyak yang merujuk pada dinamika sosial di Amerika Serikat. Namun pesan-pesan tersebut bisa kita telusuri nilai-nilai universalnya. Zootopia juga membawa pesan yang cukup berat tentang penerimaan diri dan prasangka atau rasisme yang melembaga (institutionalized racism).

Kisah si protagonis Judy Hopps, menggambarkan sebuah proses penerimaan dan akhirnya pengembangan diri. Berbagai prasangka-prasangka di dunia dapat menjebak kita. Dan saat kita terjebak dalam konflik dengan diri sendiri, akan lebih sulit bagi kita untuk bisa mengambil langkah maju menuju mimpi kita. Dengan menerima diri dan hal-hal yang bisa dipengaruhinya, Judy bisa melangkah maju. Namun Judy tidak pernah mengubah identitas dirinya untuk memenuhi prasangka dunia luar. Dengan berdamai dengan kelemahan dan kekuatannya, Judy menjadi versi terbaik dirinya sendiri. Dengan pondasi itu, ia bisa menyelaraskan dirinya dengan tantangan realita.

Perjuangan Judy saat berproses di akademi kepolisian. (Animationscreencaps.com)

Judy Hopps tidak menyuguhkan kita dengan kesuksesan yang mulus dari awal hingga akhir. Ia pun tetap bertemu kondisi di mana ia terjebak dalam prasangka dan hambatan diri. Namun dalam setiap langkahnya, ia selalu berusaha untuk maju di antara belantara dunia yang juga penuh dengan prasangka-prasangka. Baik prasangka yang ada di dalam benak individu anggota masyarakat hingga prasangka yang bercokol melembaga di dalam sistem dan institusi dunianya.

Judy Hopps dan kawan-kawan bisa menghibur dan mengajarkan kita banyak hal. Selain kisah tentang menerima diri sendiri, Judy juga mengajak kita untuk saling mengenal satu sama lain. Dengan semakin memahami satu sama lain, kita masing-masing bisa menjadi semakin luar biasa.

 

“When I was a kid…  I thought Zootopia was this perfect place. Where everyone got along and anyone could be anything. Turns out… real life’s a little bit more complicated… than a slogan on a bumper sticker. Real life is messy. We all have limitations. We all make mistakes. Which means, hey, glass half-full… we all have a lot in common. And the more we try to understand one another…  the more exceptional each of us will be.” – Judy Hopps

 

Fransiska M. Damarratri

Fransiska M. Damarratri

Minatnya mencakup systems thinking, keberlanjutan hingga fasilitasi, sampai ke bahasa, puisi, penerjemahan, dan copywriting. Kumpulan tulisan dan puisi ada di: frnsska.wordpress.com

Related Posts

[Media] The Earthing Movie: The Remarkable Science of Grounding

[Media] The Earthing Movie: The Remarkable Science of Grounding

[Media] Kiss the Ground

[Media] Kiss the Ground

[Media] Radical Forgiveness – Kunci Pendewasaan Jiwa

[Media] Radical Forgiveness – Kunci Pendewasaan Jiwa

[Media] New Media dan Kemandirian Berpikir

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

edisi

Terbaru

Rubrik

Recent Comments

STATISTIK

Online User: 0
Today’s Visitors: 6
Total Visitors: 1713

Visitors are unique visitors