[Tips] Popok Pakai Ulang–Sehat, Hemat Biaya, dan Ramah Lingkungan

Oleh: Any Sulistyowati

Memiliki bayi pada zaman sekarang ini membutuhkan upaya yang tidak kecil. Semua itu ditujukan agar segala kebutuhan bayi terpenuhi dan bayi dapat tumbuh sehat dan bahagia. Salah satu kebutuhan pokok bayi adalah pakaian. Dan jenis pakaian yang paling banyak dibutuhkan adalah popok. Pada zaman saya kecil, ibu saya menggunakan popok kain. Popok ini terbuat dari kain katun segiempat dengan tali di kedua ujungnya. Ketika dipakai tinggal diikatkan di perut bayi. Popok ini sangat fleksibel karena bisa digunakan dari bayi lahir sampai agar besar, sampai dapat digunakan celana.

Menggunakan popok seperti itu ada suka dukanya. Sukanya, popok tersebut cukup nyaman untuk bayi, mudah diurus dan bisa digunakan untuk adik atau saudara yang lebih kecil. Dukanya adalah, saat setiap pipis maka baju bayi, celana, kain gendongan, alas tidur, selimut, baju yang mengasuh pun ikut basah. Belum lagi ketika buang air besar (BAB). Selain perlu waktu dan tenaga untuk mencucinya, kita perlu perlu juga mengamati kondisi matahari. Jika sedang mendung, maka jemuran akan menumpuk dan menjadi lembab.

Popok kain bagian luar
Pada zaman sekarang ini muncul popok sekali pakai. Dari sisi kepraktisannya, popok ini memang unggul dibandingkan dengan popok biasa. Di dalam popok sekali pakai terkandung zat yang menyerap cairan, sehingga meskipun bayi pipis, bagian luar popoknya tetap kering. Dengan popok ini, tentu saja jumlah cucian akan berkurang. Persoalannya, penggunaannya telah menimbulkan beberapa persoalan yaitu penumpukan sampah. Bahan popok ini tidak mudah terurai, mencemari tanah dan air. Tidak heran, jika salah satu jejak ekologis terbesar dari seorang bayi adalah penggunaan popok sekali pakai.

Keprihatinan akan kerusakan alam telah memunculkan berbagai inisiatif hidup ramah lingkungan. Salah satunya adalah pokok pakai ulang. Bedanya dengan popok saat saya kecil, popok ini lebih nyaman digunakan. Popok ini dibuat dengan bahan yang menyerap cairan di sebelah dalam, tetapi tidak bisa menembus ke luar. Jadi basah pipisnya tidak ke mana-mana. Bedanya dengan popok sekali pakai, popok ini bisa dicuci, dijemur dan digunakan lagi. Bedanya dengan popok zaman dahulu yang menggunakan tali, popok pakai ulang jaman sekarang menggunakan kancing-kancing yang kita bisa atur di sebelah mana yang digunakan tergantung ukuran bayi. Selain itu digunakan karet untuk membuatnya fleksibel ukurannya dan tidak mudah melorot. Bahan kainnya pun beraneka ragam, dari yang sangat lembut dengan motif yang bermacam-macam tergantung selera kita.

Popok Kain Bagian Dalam
Jika dibandingkan dengan harga popok biasa dan popok sekali pakai, harga popok pakai ulang ini tampaknya cukup mahal. Bayangkan, satu pokok pakai ulang harganya bisa sama dengan popok sekali pakai sekantong besar isi 20, atau mungkin setengah lusin popok zaman dulu. Tetapi kita baru bisa mengetahui harga yang sebenarnya setelah menghitung kebutuhan biaya selama minimal setahun. Berikut ini adalah contoh perhitungan kasarnya:
Kebutuhan popok pakai ulang selama setahun:
20 buah popok pakai ulang X Rp. 50 ribu = Rp. 1.000.000,-
Kebutuhan popok sekali pakai selama setahun:
6 popok sekali pakai X Rp. 2.000,- X 365 hari = Rp. 4.380.000,-
Kebutuhan popok zaman dulu selama setahun:
15 popok per hari X 3 hari stok X Rp. 10.000,- = Rp. 450.000,-
Perhitungan di atas belum memasukkan biaya lainnya seperti biaya mencuci (termasuk mencuci baju dan peralatan bayi lainnya yang terkena ompol), biaya pengolahan limbah dan lain-lain. Jika biaya-biaya di atas dimasukkan maka biayanya akan semakin besar.
Keunggulan lain dari popok pakai ulang adalah dapat digunakan kembali untuk bayi yang lain. Kita bisa membuat kelompok yang memakai ulang popok popok dan perlengkapan bayi lainnya. Keberadaan kelompok semacam ini sangat menguntungkan, karena kita tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk barang perlengkapan bayi, khususnya untuk barang-barang yang waktu penggunaannya singkat.
Untuk memaksimalkan manfaat, kelompok ini juga bisa diperluas tidak hanya untuk popok pakai ulang, tetapi juga berbagai perlengkapan anak lainnya. Anak-anak saya dan anak-anak teman-teman saya saling mewariskan dan diwarisi pakaian-pakaian, popok, celana, sepatu, mainan dll. Dengan menggunakan barang-barang bekas, pengeluaran kita menjadi lebih sedikit. Setelah pakaian kekecilan pun, selama kondisinya masih bagus, kita bisa wariskan kembali kepada anak-anak yang lain. Dengan demikian rantai penggunaan barang pun bisa diperpanjang. Umur pakai barang menjadi lebih panjang dan bermanfaat untuk lebih banyak orang. Secara total, kita akan menghemat sumberdaya untuk menghasilkan barang baru. Barang yang menjadi limbahpun lebih sedikit. Semoga dengan pola hidup seperti ini, kerusakan lingkunganpun dapat berkurang.
Tips 1
Tips memilih popok pakai ulang:
          Pertimbangkan masa pakai bayi dan ukuran bayi selama memakainya. Pilih popok pakai ulang yang dapat mengakomodasi ukuran tersebut.
          Perhatikan kualitas kancingnya, pilih yang kuat, mudah dipasang dan dilepas, tetapi tidak mudah terlepas. Selain kancing, kadang-kadang digunakan perekat (prepet). Pilihlah perekat yang kuat dan tidak mudah terlepas, tetapi mudah dipasang.
          Perhatikan bahan yang digunakan, bagian dalam pilih yang lembut dan menyerap air. Bagian yang luar, pilih yang lembut tetapi kedap air. Bagian tengah, pilih yang bisa dikeluarkan dan ditambahkan sesuai kebutuhan. Biasanya semakin besar usia anak, volume pipisnya akan bertambah. Pastikan bahwa bagian tengah ini dapat menyerap air dengan baik.
          Perhatikan bahannya, pilihlah yang terbuat dari bahan yang mudah kering ketika dijemur.
          Perhatikan bahannya, pilihlah yang terbuat dari bahan yang nyaman digunakan.
          Perhatikan berat bahannya, semakin ringan semakin baik.
          Perhatikan bahannya, pilih yang jika terkena kotoran bayi, mudah dibersihkan dengan sikat.
          Perhatikan karet pinggang dan pahanya. Pilihlah yang terbuat dari bahan yang tidak mudah melar.
          Perhatian corak dan warnanya, pilihlah warna yang tidak mudah kotor.
Tips 2
Tips mencuci popok kain hemat waktu, hemat air dan hemat sabun.
          Siapkan 3 wadah tertutup: (1) untuk pakaian bayi yang sudah dipakai tertapi relatif masih bersih, (2) untuk pakaian yang terkena pipis, dan (3) untuk pakaian yang terkena tinja. Pemisahan ini bertujuan agar kotoran pada salah satu pakaian tidak menempel di pakaian yang lain. Proses pencucian akan dilakukan secara terpisah untuk masing-masing jenis pakaian.
          Membersihkan pakaian bayi yang tidak terlalu kotor.
o   Masukkan pakaian bayi yang sudah dipakai tetapi masih bersih ke dalam baskom berisi air dengan sedikit sabun.
o   Kucek-kucek sampai bersih.
o   Jika ada noda kotoran, bersihkan noda itu dengan sabun mandi.
o   Bilas dengan air sampai bersih.
          Membersihkan pakaian bayi yang terkena pipis.
o   Masukkan pakaian bayi yang terkena pipis ke dalam baskom berisi air bersih.
o   Kucek-kucek pakaian tersebut sampai pipisnya larut ke dalam air.
o   Jika jumlah pakaiannya banyak sementara airnya sedikit, ada kemungkinan dibutuhkan dua kali pembilasan.
o   Pembilasan dilakukan sampai bau pipisnya hilang.
o   Air bilasan pipis ini dapat digunakan untuk menyiram tanaman.
o   Rendam pakaian bayi yang sudah hilang bau pipisnya dengan air sabun.
o   Kucek-kucek sampai bersih.
o   Bilas kembali sampai sabunnya hilang.
          Membersihkan pakaian bayi yang terkena tinja:
o   Bersihkan kotoran bayi dengan sikat.
o   Setelah itu masukkan dalam baskom untuk dibilas dengan air bersih sambil terus disikat sampai semua kotorannya hilang.
o   Buang air yang bertinja ke dalam wc.
o   Isi baskom dengan air, masukkan popok ke dalamnya dan gosok bekas noda tinja yang masih tersisa dengan sabun mandi. Kucek-kucek perlahan atau gunakan sikat sampai nodanya hilang.
o   Bilas dengan air bersih sampai sabunnya hilang.
Untuk menghemat air dan sabun, dapat dilakukan hal berikut:
Air sabun dan air bilas bekas cucian tipe 1, dapat digunakan untuk cucian tipe 2 dan kemudian tipe 3.

Any Sulistyowati

Any Sulistyowati

Any Sulistyowati adalah trainer dan fasilitator di Perkumpulan Kuncup Padang Ilalang. Peran utama yang sedang dijalani saat ini adalah: (1) memfasilitasi komunitas/ organisasi/ kelompok untuk membuat visi bersama dan perencanaan untuk membangun dunia yang lebih berkelanjutan, (2) menuliskan inisiatif-inisiatif untuk membangun dunia yang lebih berkelanjutan, (3) membangun pusat belajar (Rumah KAIL) untuk memfasilitasi proses berbagi dan belajar antar individu dan organisasi.

Related Posts

[Tips] Modern Pranic Healing: Ketika Komunitas Menyembuhkan Komunitas

[Tips] Modern Pranic Healing: Ketika Komunitas Menyembuhkan Komunitas

[Tips] Memandu Diri Pulihkan Luka Batin

[Tips] Memandu Diri Pulihkan Luka Batin

[Tips] Self-healing di Tengah Pandemi : Sebuah Tips dari Teman

[Tips] Self-healing di Tengah Pandemi : Sebuah Tips dari Teman

[Tips] Kebunku Sekolahku

[Tips] Kebunku Sekolahku

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

edisi

Terbaru

Rubrik

Recent Comments

STATISTIK

Online User: 0
Today’s Visitors: 6
Total Visitors: 2797

Visitors are unique visitors