[Editorial] Self Healing

[Editorial] Self Healing

Editorial Edisi 28, April 2021

 

Selamat berjumpa lagi, Para Pembaca / Pengunjung Proaktif Online!

 

Bagaimana kabar Anda hari ini? Semoga senantiasa dalam keadaan sehat wal’afiat. Telah 1 tahun berlalu sejak Covid-19 terdeteksi di bumi nusantara dan hari-hari ini kita pun telah memiliki kebiasaan baru, seperti bermasker bila beraktivitas di luar rumah, membawa hand sanitizer semprot di kantong celana, pertemuan virtual dengan Zoom / Google Meet / Microsoft Teams, dll. Dengan segala dinamika yang telah disebabkan oleh revolusi yang dibawa oleh Covid-19, tahun 2020 mungkin boleh disimpulkan memiliki tema bersama, yakni berdamai dengan keadaan – kita menerima segala perubahan yang tidak kita inginkan.

 

Tahun 2021 ini telah kita sambut dengan suatu optimisme bahwa keadaan akan segera membaik, tentunya tidak serta merta kita dapat beraktivitas dengan bebas lagi, namun berangsur-angsur seiring dengan perkembangan vaksin ataupun terobosan lainnya dari peradaban ini untuk menjalani hidup dengan bahagia. Tahun ini, mungkin masih ada dampak yang tertinggal dari pandemi ini dan kita berusaha untuk memulihkan keadaan diri, entah secara fisik ataupun psikis. Maka dari itu, Proaktif Online edisi April ini mengambil tema self-healing sebagai edisi pertama kami di tahun 2021.

 

Ijinkan kami untuk mengantarkan Anda menjelajah bersama di sebuah padang, mengunjungi oase-oase berikut untuk bersama memulihkan diri.

 

Oase Pikir ada dua titik perhentian yang dapat Anda kunjungi. Yang pertama ada tulisan dari Eventus Ombri Kaho mengenai suatu kebijaksanaan dari kaum Stoa, di dalamnya kita menelusuri pemahaman Stoikisme yang menekankan tentang kontrol diri yang mengajak kita untuk fokus pada hal-hal yang berada di bawah kendali kita. Dikotomi : yang di dalam kendali dan di luar kendali; kiranya membantu kita untuk memulihkan pikiran kita atas kompleksitas hidup yang terjadi. Titik kedua kita dapat menjumpai Umbu Yustin dalam tulisannya yang menyadarkan kita terhadap salah satu dimensi kemanusiaan yang berkembang hari-hari ini yang terobsesi dengan aktualitas, bahwa kita harus menjadi yang paling update atau mentalitas “jangan sampai ketinggalan informasi”. Obsesi yang pelan-pelan turut meracuni diri kita, memperburuk kualitas diri sendiri karena kita malah terbawa arus yang dibuat oleh orang lain. Betapa mudahnya emosi negatif menggerogoti kita melalui apa yang kita dengar dan kita lihat melalui media sosial, ataupun media-media yang kita akses setiap hari (mungkin bahkan setiap saat).

 

Oase Masalah Kita memiliki tiga titik perhentian menarik untuk dikunjungi. Mungkin Anda tertarik untuk mengunjungi tulisan dari Ambu Liesna, yang membahas mengenai luka pengasuhan yang terjadi di masa kecil, mengapa terjadi, dan bagaimana penyembuhannya. Setelah itu, Anda perlu juga mengunjungi tulisan Dhitta Puti Sarasvati yang mengisahkan jatuh bangun tiga orang temannya dalam usaha mereka berdamai dengan diri sendiri. Titik ketiga jangan sampai terlewatkan karena ada Handaka BM yang mengajak kita melihat kembali, cara pandang kita terhadap sakit-penyakit karena kebanyakan kita mungkin masih lebih disibukkan menangani penyakit tanpa mengatasi sumber penyebabnya, yaitu diri kita sendiri. Pengalaman penulis dalam proses menyembuhkan diri memberikan gambaran nyata tentang pemikiran ini, yakni ketika ingin sembuh, apakah kita siap untuk meninggalkan segala hal yang telah (dan akan) membuat kita sakit?

 

Oase Opini akan kita jumpai Anastasia Levianti yang mengajak pembaca untuk menyeimbangkan antara semangat kaya dan semangat miskin. Apakah itu semangat kaya dan semangat miskin? Untuk mengetahuinya, Anda harus menjelajahi langsung ke pase tersebut.

 

Oase Profil kali ini Navita Kristi Astuti akan memandu Anda mengenal Longevitology, sebuah organisasi yang telah mempromosikan suatu gerakan untuk pemulihan diri tanpa pengobatan medis. Gerakan ini juga bersifat voluntarisme atau didasarkan pada kesukarelaan anggotanya dalam berbagi ilmu, tidak hanya mengajarkan orang lain tentang metodologinya, namun juga membagikan waktunya untuk membantu penyembuhan orang lain dengan menerapkan ilmunya.

 

Pada Oase Media sudah menanti Rio Kornel dengan ulasan film The Earthing Movie: The Remarkable Science of Grounding. Film bergenre dokumenter ini dibuat oleh Josh dan Rebecca Tickell, pasangan suami istri aktivis lingkungan yang ingin menyampaikan tentang pentingnya keterhubungan manusia dengan bumi. Secara spesifik, mereka mendokumentasikan mengenai pengalaman maupun hasil penelitian tentang khasiat berjalan dengan bertelanjang kaki di alam.

 

Oase Jalan-Jalan dipandu oleh Any Sulistyowati menceritakan pengalaman perjalanannya ke alam yang membawa manfaat pemulihan dan penyegaran diri, serta mengembalikan energi yang terkuras akibat melakukan pekerjaan maupun rutinitas harian.

 

Oase Tips memiliki dua perhentian untuk dijelajahi. Tempat jelajah pertama dapat kita jumpai Astri Kharina Bangun, dimana ia akan berbagi mengenai langkah-langkah penting dalam upaya pemulihan luka batin, yang seringkali tidak disadari oleh pemiliknya.  Tempat jelajah kedua akan kita jumpai Anggi Oktarinda, seorang teman yang memberikan beberapa hal praktis untuk dilakukan apabila kita hendak melakukan self-healing. Terlebih dengan kondisi pandemi yang mengharuskan kita membatasi gerak hidup kita untuk sebisanya berada di rumah, tips ini juga menjadi semacam pengingat terhadap aktivitas di rumah kita agar dapat turut memelihara / meningkatkan kesehatan mental.

 

Oase Rumah Kail mengupas salah satu dimensi dalam pemanfaatan ruang di Rumah Kail sebagai sarana melakukan self-healing. Any Sulistyowati akan mengajak Anda berkeliling sembari memberikan gambaran aktivitas yang mungkin bisa dilakukan di rumah sendiri atau di tempat kita masing-masing tanpa harus ke berkunjung ke Rumah Kail.

 

Semoga oase-oase kali ini tetap memberikan manfaat tersendiri bagi Para Pembaca budiman, atau bila Anda merasa ada yang lebih membutuhkannya, silahkan membagikan tulisan-tulisan ini ke sebanyak mungkin orang.

 

Mari kita pulihkan diri, beradaptasi dengan pandemi!

 

Sumber gambar: Canva.com

editor

editor

Related Posts

[Editorial] Community Healing

[Editorial] Community Healing

[Editorial] Berdamai dengan Alam

[Editorial] Berdamai dengan Alam

[Editorial] Berdamai Dengan Sesama

[Editorial] Berdamai Dengan Sesama

[Editorial] Berdamai dengan Diri Sendiri

[Editorial] Berdamai dengan Diri Sendiri

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

edisi

Terbaru

Rubrik

Recent Comments

STATISTIK

Online User: 0
Today’s Visitors: 6
Total Visitors: 2797

Visitors are unique visitors