[Editorial] Berdamai dengan Diri Sendiri

[Editorial] Berdamai dengan Diri Sendiri

[Proaktif Edisi 25/April 2020]

Sepanjang tahun 2020 ini Pro:aktif Online mengangkat tema tentang Perdamaian. Tema ini menjadi penting karena saat ini dunia sedang mengalami krisis multidimensi. Ambil saja satu contoh, yaitu perubahan iklim global. Meskipun dikategorikan sebagai sebuah krisis lingkungan, persoalan ini ternyata disebabkan oleh pola produksi dan konsumsi dunia yang menghasilkan begitu banyak gas rumah kaca. Selain berdampak terhadap kerusakan alam, pola produksi dan konsumsi tersebut ternyata juga menghilangkan keragaman budaya dan memperbesar jurang kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin. Konflik perebutan ruang hidup terjadi di mana-mana. Contoh lainnya adalah pandemi covid19 yang saat ini sedang berjalan di hampir seluruh belahan dunia. Meskipun dikategorikan sebagai persoalan kesehatan, persoalan tersebut memberikan guncangan terhadap sistem politik, ekonomi, sosial, dan budaya di seluruh dunia. 

Persoalan-persoalan yang disebutkan di atas tentu memberikan tekanan kepada kita yang menjadi bagian dari sistem tersebut. Ada sejumlah dampak yang perlu kita tanggung. Ada berbagai bentuk ketidaknyamanan yang kita rasakan sebagai konsekuensi dari perubahan. Ada yang harus merasakan kehilangan, baik orang yang dicintai, pekerjaan, kesempatan dan kenyamanan. Hal-hal tersebut dapat menjadi pemicu perasaan tidak nyaman di dalam diri kita. Rasa takut, marah, bosan, kecewa dan putus asa potensial mengambil alih kendali kehidupan kita. Dalam kondisi semacam itu kedamaian dengan mudah dapat menghilang dari diri kita. Ketidakdamaian dalam diri dapat memunculkan konflik diri dan konflik dengan sesama yang berujung pada makin memburuknya situasi yang dialami bersama.

Di tengah situasi yang kita hadapi saat ini, kemampuan untuk berdamai dengan diri sendiri menjadi sangat penting. Jika kita menerima semua persoalan yang dihadapi dengan damai, maka energi kita bisa difokuskan untuk mencari penyelesaian persoalan-persoalan tersebut dengan lebih tenang. Dalam keadaan damai, kita dapat menganalisis persoalan dengan lebih jernih, menyeluruh, kritis sekaligus obyektif. Kondisi ini akan membantu kita menemukan solusi-solusi yang terbaik. Termasuk di dalamnya adalah mengantisipasi persoalan-persoalan baru yang mungkin muncul atau menghindari solusi yang justru akan menambah beban persoalan yang sudah ada dalam jangka panjang.

Dalam edisi ini, Proaktif Online menerima 13 tulisan dari 12 relawan penulis. Berikut ini adalah ulasan singkat mengenai tulisan-tulisan tersebut.

Dalam Rubrik Masalah Kita, tiga orang penulis memaparkan berbagai persoalan seputar topik ini. Penulis pertama, Maria Dian Nurani mengangkat cerita bahwa orang yang tampak luar kehidupannya baik-baik saja belum tentu merasa damai di dalam hatinya. Ia mengulas bagaimana perbaikan kondisi batin akan mendukung kesehatan dan kehidupan kita secara keseluruhan. Penulis kedua, Anastasia Levianti mengangkat bagaimana mekanisme di dalam diri, dialog antara pikiran-perasaan-kesadaran dapat menyumbang pada perasaan damai di dalam diri. Penulis ketiga, Dominika Oktavira Arumdati mengangkat pentingnya peran keluarga di dalam membentuk kesehatan mental remaja. 

Dalam Rubrik Pikir kali ini, Proaktif Online mengangkat dua tulisan. Dalam tulisan yang pertama, Umbu Keren mengisahkan bahwa kehidupan kita tersusun dari banyak cerita. Ia menyimpulkan pentingnya menulis ulang narasi kehidupan untuk mencapai kedamaian batin. Dalam tulisan yang kedua, David Ardes Setiady mengajak kita mewaspadai efek emosi negatif yang bersemayam di dalam diri karena dampaknya bisa berskala global. Untuk itu, kesadaran diri dan damai dalam diri menjadi penting untuk mewujudkan perubahan dunia yang kita harapkan.

Dua penulis menyampaikan pendapatnya dalam rubrik Opini. Penulis pertama adalah Lindawati yang menekankan pentingnya penerimaan dan welas asih untuk mencapai kedamaian diri. Penulis kedua adalah Bayu Agumsah yang menyatakan bahwa melepaskan keinginan adalah salah satu faktor pendukung tercapainya rasa damai di dalam diri.

Dalam rubrik Profil, Dhitta Puti Sarasvati mengangkat kisah hidup Amy Tan, seorang penulis terkenal, dan bagaimana kisah tersebut mempengaruhi tulisan-tulisannya. Dalam rubrik Media, Fransiska M. Damarratri mengulas film Zootopia yang mengangkat sepak terjang sang tokoh cerita memperjuangkan cita-citanya. Di dalam kedua tulisan tersebut diulas bagaimana penerimaan diri menjadi elemen penting di dalam keberhasilan kedua tokoh.

Lewat rubrik Tips, Navita Kristi Astuti dan Bernadetta Ratna Kristanti Iswari berbagi kiat-kiat untuk membangun rasa damai di dalam diri. Dalam rubrik Jalan-jalan, Any Sulistyowati mengisahkan pengalaman hidupnya – sebuah perjalanan bersama air – yang memandunya mengenal dirinya dengan lebih mendalam. Dalam Rubrik Rumah KAIL, Any Sulistyowati merangkum pengalaman beberapa orang yang terbantu memperoleh kedamaian lewat kunjungan mereka ke Rumah KAIL.

Tulisan-tulisan tersebut merupakan kekayaan pemikiran dan pengalaman para penulis dalam membangun kedamaian di dalam diri. Semoga para pembaca dapat menuai pembelajaran dan inspirasi dari tulisan-tulisan tersebut.

Damai di hati, damai di bumi!

Tim Proaktif Online KAIL

April 2020

editor

editor

Related Posts

[Editorial] Berdamai Dengan Sesama

[Editorial] Berdamai Dengan Sesama

[Editorial] Proaktif Online No. 24/Desember 2019

[Editorial] Proaktif Online No. 24/Desember 2019

[Editorial] Pro:Aktif Online No. 23/ Agustus 2019

[Editorial] Pro:Aktif Online No. 22/April 2019

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

edisi

Terbaru

Rubrik

Recent Comments

STATISTIK

Online User: 0
Today’s Visitors: 0
Total Visitors: 787

Visitors are unique visitors