[Tips] Latihan Menyulam Sambil Curhat

[Tips] Latihan Menyulam Sambil Curhat

Serba keterbatasan adalah tantangan yang melahirkan kreativitas. Itulah resep hidup manusia di mana pun dan kapan pun.  

Dengan kondisi keuangan yang sedang kembang-kempis, tak mungkinlah kami mengajak anak-anak liburan dengan bepergian ke luar rumah, apalagi jumlah anak ada 22 orang, yang terdiri dari usia 4 tahun hingga yang terbesar duduk di bangku SMK. Ke Kebun Binatang Gembira Loka misalnya, yang bisa memberikan pengalaman melihat secara langsung bentuk nyata aneka satwa, butuh biaya untuk transportasi, beli tiket dan lainnya. Keinginan seperti ini harus ditahan dengan perasaan tahu diri. Toh selama ini anak-anak kecil sudah pernah melihat aneka satwa kendati baru melalui gambar dan layar televisi. (Anak-anak yang lebih besar sudah pernah ke Gembira Loka sebelum pandemi Covid).  

Bagi anak-anak remaja dewasa, liburan berarti membantu ibu asuh beres-beres dan menuntaskan pekerjaan rumah-tangga, tetapi bagi remaja kecil dan anak-anak? Tidak mungkin juga membiarkan anak-anak sepanjang waktu menonton video hiburan tentang adegan prank yang mereka sukai melalui layar televisi. 

Saat ini kami di rumah perlindungan anak Yayasan Sahabat Manusia Pembutuh Cinta (sering disebut Yayasan Hamba) sedang tidak baik-baik saja. Sejak 13 November 2023, yayasan dan seluruh anak asuh terpaksa meninggalkan tempat kediaman yang nyaman untuk menempati rumah transisi yang ala kadarnya akibat kalah dalam tragedi sengketa yang ironis melawan Yayasan Aulia(1). Rumah transisi cukup memadai untuk menampung anak-anak dan ibu asuh namun sifatnya hanyalah darurat. Artinya kami hanya bisa membawa barang-barang kebutuhan dasar harian seperti alat dapur, kasur, pakaian, dan alat sekolah anak-anak saja.  Barang-barang lainnya yang dibutuhkan anak-anak untuk mengisi waktu senggang seperti buku-buku perpustakaan, perkakas keterampilan dan permainan sedang dititipkan di gudang suatu perusahaan bersama barang-barang besar seperti tempat tidur, meja, mesin jahit, dan lain-lain. Mbak Wening (yang bertanggung-jawab bagian logistik) akan report apabila diminta mencarinya.  

Tentu ini semua bukanlah alasan. Liburan awal puasa tanggal 9-17 Maret 2024 terlalu panjang untuk dinikmati dengan melulu menonton televisi.

 

IDE SPONTAN

Secara spontan pada libur hari pertama kami menggagas membuat wadah buku dari kardus bekas. Yang bersikap antusias sejak awal adalah anak-anak yang lebih kecil (karena yang lebih besar sedang sibuk membantu beres-beres rumah dan pekerjaan lainnya). Dengan riuh masih-masing mengambil kardus yang sudah dilipat yang bertumpuk teronggok di pojok rumah. Kardus-kardus terlipat ini adalah bekas wadah belanjaan atau kiriman bahan makanan dari para donatur.

Namun ide ini tidak bisa berlanjut sampai rampung, karena ada keberatan dari para ibu asuh: tidak ada tempat untuk menaruh kotak kardus wadah buku yang sedang dibuat anak-anak, mengingat rumah transisi ini memang serba darurat. Kenyataan ini agak mengecewakan Erlita (6 tahun) karena ia batal membuat lemari es. Yang bisa dilanjutkan adalah membuat topeng batman dari kardus, yang membuat anak-anak kecil jadi riuh main batman-batmanan

tips1-5
Anak-anak kecil sibuk dengan kardus, yang lebih besar serius menonton video prank dari Tiktok melalui layar televisi. Foto oleh: Yanuarti

Kendati acara membuat wadah buku dari kardus bekas tidak bisa dilanjutkan, setidaknya anak-anak bisa melihat bahwa kardus bekas bisa dimanfaatkan untuk membuat barang-barang lainnya, dan tidak hanya laku diloakkan. Maka kami diskusi esok hari kita mau bikin apa. Bagaimana kalau membuat kantong dari kain perca? Ketika saya tunjukkan contoh kantong kain, anak-anak tampak sangat antusias. “Oh bisa untuk menyimpan uang Lebaran ya? Jadi aku nggak usah titip ke Ibu ….” Mendengar respon si kecil, Sang ibunda tertawa. ☺

Tujuannya sebetulnya adalah melatih anak-anak memegang jarum, memasukkan benang ke dalam lubang jarum, dan berlatih menjahit secara manual. Saya setuju dengan kurikulum pelajaran keterampilan sekolah dasar di Jepang: siswa sekolah dasar – laki-laki maupun perempuan — harus diajari memasang kancing baju dan memberi nama pakaian masing-masing dengan cara disulam. 

Untuk memberikan ruang kreativitas, anak-anak bebas memilih warna perca, warna benang, serta warna tali sesuka hati. 

tips2-6
Jahitan manual oleh pemula yang masih anak-anak. Indra yang difabel dan semi tuna wicara dan Lisbet menjahit dengan tekun dan rapi. Foto oleh: Nusya

MEDIA CURHAT

Latihan keterampilan adalah tujuan praktis. Namun belajar menjahit manual seperti ini bisa menjadi media interaksi yang baik untuk menanamkan nilai-nilai kebajikan yang harus dimiliki anak-anak. Ketika anak-anak tekun menyulam di dekat saya, saya bisa berbagi pandangan misalnya bahwa bullying adalah tindakan jahat karena bisa membuat korban murung dan depresi. Anak-anak merespon dengan mengatakan tentang kejadian anak korban bullying yang kemudian bunuh diri sebagaimana ditontonnya di Tiktok. Juga bahwa jujur adalah modal hidup yang paling penting. Dalam situasi seperti itu, ketika kami bersama-sama sedang menyulam, saya juga bisa meneguhkan bahwa mereka harus tersenyum dan menyapa orang lain terlebih dahulu. Misalnya apabila berpapasan dengan  tetangga, teman, dan orang yang sering ditemui. 

“Tapi teman-temanku nggak suka sama aku…,” Icha nyaris berbisik. Saya mencoba menyembunyikan rasa kaget, “Kamu sedih?” “Tidak sih.” “Baguslah. Tak penting bila temanmu nggak bisa mengapresiasimu. Itu urusan mereka. Yang penting tetaplah ramah terlebih dahulu.” Begitulah. Acara menjahit secara manual ini bisa menjadi media curhat sekaligus membantu anak-anak memperoleh rasa harga diri dengan sense of achievement karena berhasil membuat kantong kain yang menarik dan fungsional.

Latihan keterampilan anak-anak Yayasan Sahabat Manusia Pembutuh Cinta ini akan dilakukan tiap hari Sabtu dengan agenda ke depan: belajar merawat sepeda, membuat tas kain, dan membuat dingklik (bangku kayu rendah). 

 

***

 

  1. Untuk tragedi ini sudah saya tulis dalam akun facebook saya dengan judul “Drama Yayasan Hamba” (1-11) mulai November 2023.
Avatar

Nusya Kuswantin

Nusya Kuswantin menjadi relawan Yayasan Sahabat Manusia Pembutuh Cinta yang berlokasi di Kec. Pakem, Kab. Sleman, Prov. D.I. Yogyakarta kembali pasca 13 November 2023. Sebelumnya ia sudah pernah aktif menjadi relawan yayasan ini sejak 2015 sampai awal 2019

Related Posts

[Tips] Membangun Gerakan Pangan

[Tips] Berdaulat dengan Mindful Eating

[Tips] Berdaulat dengan Mindful Eating

[Tips] Menumbuhkan Literasi Pangan pada Anak

[Tips] Menumbuhkan Literasi Pangan pada Anak

[Tips] Melampaui Piring: Solusi Lokal untuk Masalah Global

[Tips] Melampaui Piring: Solusi Lokal untuk Masalah Global

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

edisi

Terbaru

Rubrik

Recent Comments

STATISTIK

Online User: 0
Today’s Visitors: 7
Total Visitors: 94837

Visitors are unique visitors