[Media] Menghasilkan dan Mengolah Pangan Sendiri

Buku ini saya tulis bersama rekan saya di Perkumpulan Kuncup Padang Ilalang (KAIL), Navita Kristi Astuti. Buku ini kami tulis sebagai bagian dari Koleksi Materi Pertanian Berkelanjutan. Koleksi materi tersebut dapat kami kembangkan berkat dukungan pendanaan dari Samdhana Institute melalui program hibah kecil mereka. Kebanyakan informasi yang ada di dalam buku ini didasarkan pada pengalaman bersama kami mengelola Kebun KAIL, sebuah kebun di pinggiran Kota Bandung. Sebuah wilayah peri urban, karena letaknya di desa, tetapi masyarakatnya mengadopsi gaya hidup kota karena posisinya yang dekat dengan kotamadya. Selain itu, kami juga mengundang cerita-cerita dari lapangan, para praktisi yang juga menerapkan gagasan serupa di tempat masing-masing.
Di dalam buku ini, para pembaca dapat memperoleh informasi mengenai persoalan pangan saat ini dan pentingnya menghasilkan pangan sehat dari kebun sendiri. Diceritakan berbagai manfaat yang dapat dinikmati apabila kita memiliki kebun dan mengolahnya sebagai penghasil pangan. Selain pangan sehat dan segar, kita juga memperoleh lingkungan yang cantik dengan kebun yang asri. Setelah itu, dikisahkan pula beberapa tips untuk menghasilkan pangan dari kebun sendiri.
Setelah mengulas aspek produksi pangan, pada bab selanjutnya, pembaca diajak untuk mendalami topik tentang pengolahan pangan. Bagian tersebut disajikan dalam dua bagian. Bagian yang pertama membahas manfaat dari mengolah pangan sendiri, sementara bagian kedua dikisahkan berbagai tips pengolahan pangan sendiri. Secara umum berikut adalah tips-tips tersebut: (1) menggoreng dan memanggang mungkin lebih enak, tetapi belum tentu lebih sehat, (2) kukus, rebus, dan tumis adalah cara mudah membuat makanan lebih enak, (3) penggunaan zat aditif harus dihindari atau diminimalkan. Kalaupun digunakan pastikan yang aman untuk tubuh, (4) menggunakan peralatan yang tepat, (5) lalap atau makan sayuran mentah, mudah disiapkan, sedap disantap dan menyehatkan, dan (6) mengonsumsi makanan sesuai dengan musimnya. Dengan mengikuti tips-tips tersebut, para pembaca dapat menyusun strategi pengolahan pangan yang sehat, mandiri dan minim jejak ekologis.
Untuk menginspirasi para pembaca, kami mengangkat kisah-kisah dari lapangan. Contoh-contoh dari mereka yang telah mempraktikkan bercocok tanam di kebun sendiri dan praktik pengolahan pangan mandiri. Pada bagian akhir dari buku, kami menyajikan berbagai jenis tanaman pangan dan beberapa contoh produk olahannya. Kami pilihkan resep-resep yang mudah diikuti termasuk bagi para pemula. Dengan demikian diharapkan para pembaca dapat termotivasi untuk mulai menanam dan mengolah pangan sendiri.
Untuk mendapatkan versi lengkap handout ini, silakan unduh di link berikut:
https://drive.google.com/drive/u/6/folders/1eCdRVSuppCkeOCTThPvLIzni9iG_nk-9

No Comment