[Media] Berkebun Gembira: Belajar dari Alam  

[Media] Berkebun Gembira: Belajar dari Alam  

Salam kenal dari Seni Tani. Tulisan ini berisi catatan pembelajaran kami melaksanakan program edukasi terkait pangan, pertanian, dan lingkungan yang berkelanjutan di sepanjang tahun 2023.

Seni Tani merupakan urban farming social enterprise yang diinisiasi oleh lima pemuda dari Kota Bandung yang memiliki satu kesamaan perhatian terhadap banyaknya lahan-lahan terbengkalai, isu ketahanan pangan hingga kebutuhan sarana bagi pemuda untuk berkarya. Usaha ini melingkupi kegiatan pemanfaatan lahan terbengkalai di kawasan Arcamanik – Bandung, yang kami olah menjadi kebun pangan dengan menerapkan sistem pertanian regeneratif yang alami dan berkelanjutan. Dari sistem yang digunakan, kami berkomitmen menjaga tanah di kawasan perkotaan dengan cara membangun ekosistem tanah yang kaya akan unsur hara melalui pemanfaatan sampah organik dari lingkungan sekitar seperti sampah halaman rumah, ampas kopi dan jerami dari petani padi untuk dijadikan kompos. Kami pun menanam berbagai jenis sayuran untuk memperkaya keanekaragaman hayati seperti sayuran daun, sayuran buah, sayuran umbi, herbs, dan tak lupa bunga untuk mempercantik kebun.

media1-3
Gambar 1. Salah satu sudut Kebun Seni Tani

Pada prosesnya, Seni Tani memberdayakan pemuda kota menjadi petani kota untuk menghasilkan pangan sehat yang didistribusikan dengan menerapkan sistem CSA (Community Supported Agriculture) dengan nama CSA – Tani Sauyunan. CSA – Tani Sauyunan adalah sistem yang menghubungkan petani dan konsumen agar mendapatkan sumber makanan yang dekat, transparan dan terpercaya (mengetahui siapa, di mana, bagaimana sumber makanan mereka ditanam dan ditumbuhkan). Melalui program ini,  para anggota komunitas membayar biaya langganan sayurnya di muka dengan minimal masa berlangganan satu bulan.  Sistem pembayaran di muka ini memungkinkan Seni Tani memiliki modal untuk menjamin kepastian pendapatan bagi petani yang menghasilkan pangan yang sehat dan adil bagi para anggota CSA. Cerita lebih lanjut terkait pemanfaatan lahan tidur dapat diakses pada tautan berikut  https://bit.ly/BerdayaDiLahanTidur

 

Berkebun Gembira

Dalam perjalanannya, keberadaan kebun di area perumahan mampu menarik masyarakat sekitar. Seringkali, warga sekitar  berkunjung untuk sekedar melihat-lihat bahkan berdiskusi mengenai perawatan tanaman. Lokasi kebun kami berada di salah satu jalur olahraga yang sering dilewati para pejalan kaki hingga pesepeda, sehingga kegiatan kami dapat teramati oleh banyak warga. Antusias warga terkait pelatihan urban farming menjadi alasan kami membuka kelas-kelas berkebun. Seiring dengan perkembangannya, kami pun  mulai menerima kunjungan dari perorangan dan berbagai kelompok, instansi dan LSM dari dalam dan luar negeri. Secara khusus, Kelas Berkebun Seni Tani adalah salah satu program edukasi dengan tujuan mengenalkan proses berkebun, interaksi ekosistem, kerjasama alam dan asal muasal sumber makanan. Di setiap kegiatan, kami selalu menarasikan bahwa ada  sinar matahari yang hangat,  serangga yang hinggap saat bunga bermekaran, dan sayur mayur tumbuh segar yang tanpa disadari menciptakan suasana berkebun yang riang gembira. 

media2-3
Gambar 2. Kunjungan dari Himpunan Mahasiswa Geologi ITB

Pada suatu ketika, salah satu guru TK di salah satu sekolah swasta di Bandung bercerita kepada kami bahwa ada orang tua murid yang bercerita bahwa setelah kunjungan ke Seni Tani anaknya tidak mau makan sayur yang ia panen sendiri dari kebun, padahal biasanya ia gemar makan sayur. Ternyata, anak tersebut merasa sayur tersebut kotor karena berasal dari tanah, ia berpikir bahwa sayur-sayur yang digemari adalah sayur yang dibeli di supermarket di dalam kemasan dan dalam keadaan bersih. Cerita ini menjadi penguat bagi kami untuk mengadakan Kelas Berkebun Gembira sebagai upaya untuk mengenalkan peran tanah sebagai sumber kehidupan serta petani sebagai pahlawan pangan yang berjasa untuk kehidupan manusia.

 

Pengalaman Berkebun Gembira Bersama Anak-Anak

Berkebun Gembira pertama kali diselenggarakan pada Bulan Juli 2023 atas kerjasama Seni Tani dan Mahasiswa Magang dari Universitas Parahyangan, Bandung. Melalui diskusi yang intensif, kami merencanakan konsep kegiatan agar tepat sasaran, yakni  peserta dapat mengenali diri, ekosistem kebun dan petani. Dari sasaran tersebut kami menyusun capaian yang diharapkan terakomodir dari setiap aktivitasnya, antara lain: mengenali diri, khususnya kebutuhan manusia dalam mengonsumsi sayur; mengenali ekosistem kebun dan kerjasama alam; melatih kemampuan motorik halus dan kasar; menghargai makanan dan para petani yang menanamnya.

media3-4
Gambar 3, 4, 5 Cuplikan Kegiatan Berkebun Gembira

Berkebun Gembira kami rancang dengan beberapa aktivitas yakni pengenalan situasi kebun; mengerjakan keterampilan mewarnai gambar dengan daun dan bunga; fun games; dan berkebun. Kami menutup kegiatan melalui sebuah refleksi  untuk memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk bercerita tentang perasaannya. Hal menarik yang kami temukan adalah kegiatan memberikan makan untuk ayam dan melihat ikan lele menjadi kegiatan yang paling berkesan. Selama ini, anak-anak sepertinya mereka belum pernah berinteraksi langsung dengan kedua hewan tersebut, hanya terbiasa mengonsumsinya saja.

media4-3
Gambar 6-7 Cuplikan Kegiatan Observasi Ikan Lele dan Anak Ayam

 

Refleksi Kegiatan

Selama tahun 2023 dari bulan Juli hingga Desember, kami telah menyelenggarakan Berkebun Gembira sebanyak 11 kegiatan dengan total peserta 46 anak usia 2 – 7 tahun. Pada pelaksanaannya tentu kami menemukan beberapa tantangan seperti jumlah peserta yang belum sesuai dengan target seperti kondisi kebun yang kurang representatif karena bergantung dengan iklim dan pemenuhan target capaian yang belum terukur karena keterbatasan sumber daya.

Di balik tantangan-tantangan ini kami cukup puas dengan antusiasme peserta saat bermain dan belajar bersama. Kami senang sekali ada 3 orang peserta yang sudah mengikuti beberapa kali kegiatan dan menantikan untuk datang kembali ke kebun. Beberapa orang tua memberikan tanggapan baik terkait aktivitas yang diselenggarakan, umumnya mereka senang karena ada area bermain di ruang terbuka di perkotaan bagi anak-anak yang lengkap dengan ekosistem kebun yang beragam, sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh ke daerah Lembang atau kawasan wisata lain yang cukup ramai di akhir pekan.

media-5
Gambar 8. Sudut Kebun Edukasi Seni Tani

Selain itu, kondisi kebun Seni Tani yang tergenang air karena tekstur tanah lempungnya, ternyata bisa menjadi tempat belajar menyenangkan di penghujung tahun ini. Secara estetika, kebun terlihat berantakan karena tanah yang berlumpur dan beberapa sudut banjir. Namun, hujan ini memberikan tempat bagi sekelompok katak yang bertelur, sehingga ratusan berudu memenuhi area parit kebun. Kami senang sekali mengamati anak-anak yang riang gembira mengamati berudu yang aktif berenang ke sana kemari. Berkebun Gembira dan seluruh prosesnya memberikan kami pengalaman, pemahaman serta penyemangat Seni Tani untuk terus mengenalkan dunia pangan dan pertanian bagi anak-anak dan masyarakat luas. 

 ***

Mentari Qorina Alwasilah

Mentari Qorina Alwasilah

Perkenalkan saya Mentari, salah satu tim Seni Tani. Berkebun Gembira lahir dari suatu kegembiraan yang mendalam saat yang mengajak Jenggala, anak saya yang berusia 2 tahun bermain di Kebun Seni Tani. Ia mengamati para tim kebun mengaduk kompos, menyemai bibit sayur dan mencangkul saat membuat parit. Ia begitu senang saat berlari mengejar ayam dan menangkap kupu-kupu menggunakan insect net. Setiap ditanya apakah mau kebun? Ia selalu antusias menjawab “Yes!”. Semoga melalui program Berkebun Gembira, Seni Tani bisa menjadi ruang bagi orang tua dan anak untuk saling belajar tentang proses pertanian dan kerjasama alam untuk hasilkan pangan sehat.

Related Posts

[Media] Resensi Buku Simpang Belajar

[Media] Resensi Buku Simpang Belajar

[Media] Nusantara Food Biodiversity:  Pangkalan Data Kekayaan Ragam Pangan Lokal Indonesia

[Media] Nusantara Food Biodiversity: Pangkalan Data Kekayaan Ragam Pangan Lokal Indonesia

[Media] Merawat Ingatan Rasa Sunda melalui buku Khazanah Lalab, Rujak, Sambal, dan Tékték

[Media] Merawat Ingatan Rasa Sunda melalui buku Khazanah Lalab, Rujak, Sambal, dan Tékték

[Media] Menerawang Masa Depan Pertanian dari Struktur Ekonomi Politik Pangan dan Eksplorasi Ruang Kolaborasi

[Media] Menerawang Masa Depan Pertanian dari Struktur Ekonomi Politik Pangan dan Eksplorasi Ruang Kolaborasi

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

edisi

Terbaru

Rubrik

Recent Comments

STATISTIK

Online User: 0
Today’s Visitors: 3
Total Visitors: 94833

Visitors are unique visitors